Sofyan Tan Dorong Optimalisasi Pendidikan Vokasi dan Akses KIP Kuliah untuk Anak Banyuasin

Sofyan Tan
Sofyan Tan

Fajarasia.id  — Anggota Komisi X DPR RI, Sofyan Tan, menegaskan pentingnya penguatan pendidikan vokasi di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Menurutnya, langkah ini menjadi strategi kunci dalam mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di sektor unggulan daerah seperti pertanian, peternakan, dan perikanan.

“SMK yang dibangun di sini sudah sesuai dengan keunggulan daerah ini, di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan,” ujar Sofyan Tan saat kunjungan kerja reses Komisi X DPR RI di Banyuasin, Kamis (11/12/2025).

Sofyan menekankan bahwa SMK vokasi di Banyuasin perlu didukung dengan peralatan memadai agar pembelajaran lebih efektif. Ia mendorong pemerintah daerah segera mengajukan kebutuhan tersebut ke Direktorat Pendidikan Vokasi. “Peralatan yang dibutuhkan bisa diajukan ke Direktur Vokasi, SMK Vokasi,” tambahnya.

Selain itu, ia juga mendorong keterlibatan BRIN dalam pengembangan teknologi di daerah. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan fasilitas, tetapi juga membuka peluang bagi lulusan SMK berprestasi untuk berkembang lebih jauh.

Dalam kesempatan itu, Sofyan menekankan pentingnya afirmasi melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Ia berharap beasiswa tersebut diprioritaskan bagi anak-anak petani dan nelayan yang memiliki kualitas akademik baik. “Politeknik di Banyuasin bisa tumbuh jika kita memberi prioritas kepada anak-anak yang kualitasnya bagus, terutama dari keluarga petani maupun nelayan,” ujarnya.

Menyoroti rendahnya Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi di Banyuasin, Sofyan meminta pemerintah daerah lebih proaktif. Ia menekankan penggunaan data Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai penduduk miskin dan lulusan SMA/SMK untuk menentukan penerima KIP Kuliah secara tepat sasaran. “Pemerintah daerah harus proaktif. Data BPS soal warga miskin dan lulusan anak-anak ini harus dipakai untuk menentukan penerima KIP Kuliah,” tegasnya.

Sofyan juga menjelaskan bahwa sensus ekonomi yang akan dilaksanakan dapat memperkuat basis data calon penerima bantuan. Dengan demikian, penyaluran KIP Kuliah dapat berjalan lebih akurat dan cepat. “Ini solusinya sangat cepat. Tahun 2026 sudah bisa start. Kita minta Kementerian Dikti Saintek menyiapkan KIP Kuliahnya,” ungkapnya.

Menutup pernyataannya, Sofyan Tan menyebut pertemuan dengan pemerintah daerah serta pemangku kepentingan pendidikan berlangsung positif. Ia optimistis langkah ini akan memperkuat pendidikan vokasi sekaligus membuka akses lebih luas ke pendidikan tinggi bagi generasi muda Banyuasin.***

Pos terkait