Siapa Pemilik Hotel Borobudur Jakarta? Ini Sosok di Baliknya

Siapa Pemilik Hotel Borobudur Jakarta? Ini Sosok di Baliknya

Fajarasia.id – Hotel Borobudur Jakarta, salah satu hotel bintang lima legendaris yang berdiri megah di jantung ibu kota, kembali menjadi sorotan publik. Terletak di kawasan strategis Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, hotel ini berdiri di atas lahan seluas lebih dari 9 hektar dan berdekatan dengan ikon nasional seperti Monas dan Masjid Istiqlal.

Karena lokasinya yang berada di area ring 1, hotel ini kerap menjadi tempat menginap tamu kenegaraan dan lokasi berbagai pertemuan penting.

Sejarah Singkat Hotel Borobudur

Pembangunan hotel dimulai pada tahun 1969 oleh PT Djakarta International Hotel. Bangunan ini rampung pada 1974 dan diresmikan langsung oleh Presiden Soeharto. Tak lama setelah peresmian, hotel ini menjadi tuan rumah konferensi internasional PATA (Pacific Asia Travel Association).

Pada tahun 1984, perusahaan pengelola hotel melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan harga saham perdana Rp 1.500 per lembar. Beberapa tahun kemudian, nama perusahaan berubah menjadi PT Jakarta International Hotels and Development Tbk (JIHD).

Selain mengelola Hotel Borobudur, JIHD juga memiliki anak usaha bernama PT Danayasa Arthatama yang dikenal sebagai pengembang kawasan bisnis SCBD di Jalan Sudirman, termasuk gedung Bursa Efek Indonesia.

 Siapa Pemiliknya?

JIHD merupakan perusahaan yang sahamnya dikuasai oleh dua konglomerat ternama: Tomy Winata dan Sugianto Kusuma alias Aguan. Berdasarkan data dari BEI, Tomy Winata tercatat memiliki 13,15 persen saham, sementara Aguan terlibat melalui perusahaan patungan bernama PT Kresna Aji Sembada yang menguasai 40,03 persen saham JIHD.

Selain itu, ada nama Sukardi Tandijono Tang dengan kepemilikan 6,05 persen, serta kepemilikan publik sebesar 10 persen.

JIHD juga tercatat sebagai induk dari PT Danayasa Arthatama Tbk, dengan kepemilikan saham mencapai 82,41 persen. Namun, sejak tahun 2020, Danayasa Arthatama telah keluar dari bursa dan kini berstatus sebagai perusahaan tertutup.***

 

Pos terkait