Seskab : Transformasi Budaya Kerja dan Efisiensi Energi Berlaku 1 April

Seskab : Transformasi Budaya Kerja dan Efisiensi Energi Berlaku 1 April

Fajarasia.id   — Pemerintah resmi menerapkan kebijakan transformasi budaya kerja nasional dan efisiensi energi mulai 1 April 2026. Langkah ini menjadi strategi adaptif menghadapi dinamika global sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menegaskan kebijakan ini dijalankan dalam kondisi ekonomi yang stabil, dengan stok BBM aman dan fiskal negara terjaga. “Kebijakan transformasi budaya kerja dan efisiensi energi berlaku 1 April 2026,” ujarnya melalui akun resmi Sekretariat Kabinet yang dikutip Redaksi pada rabu (1/4/2026).

Salah satu kebijakan utama adalah penerapan work from home (WFH) bagi ASN setiap Jumat. Dunia usaha dan sektor swasta juga dianjurkan mengikuti pola serupa untuk mendukung digitalisasi layanan, mengurangi mobilitas, dan menekan konsumsi energi.

Meski begitu, sektor strategis seperti kesehatan, keamanan, energi, pangan, transportasi, logistik, dan keuangan tetap beroperasi penuh. Pendidikan dasar hingga menengah juga tetap berlangsung tatap muka tanpa perubahan.

Efisiensi belanja negara turut menjadi fokus, dengan perjalanan dinas dalam negeri dipangkas 50 persen dan luar negeri hingga 70 persen. Penggunaan kendaraan dinas dibatasi, sementara aparatur negara didorong memanfaatkan transportasi publik.

Pemerintah juga melakukan refocusing anggaran Rp121–130 triliun ke program prioritas nasional, termasuk pemulihan wilayah Sumatera. Di sektor energi, pembelian BBM subsidi kini menggunakan sistem barcode MyPertamina dengan batas maksimal 50 liter per hari bagi kendaraan non-angkutan umum.

Selain itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) dijalankan lima hari per minggu, kecuali di daerah 3T, asrama, dan wilayah dengan kasus stunting tinggi. Kebijakan ini diperkirakan menghasilkan efisiensi anggaran hingga Rp25 triliun.

Teddy menegaskan kebijakan ini bersifat dinamis dan akan terus dievaluasi sesuai kondisi nasional maupun global. “Pemerintah mengajak seluruh masyarakat dan dunia usaha untuk mendukung langkah transformasi budaya kerja ini, tetap tenang, tetap produktif,” pungkasnya.****

Pos terkait