Seleksi CASN untuk Fresh Graduate dan Tenaga Non-ASN

Seleksi CASN untuk Fresh Graduate dan Tenaga Non-ASN

Fajarasia.id – Presiden RI Joko Widodo telah mengumumkan pemerintah akan membuka kesempatan bagi putra/putri terbaik bangsa untuk menjadi calon aparatur sipil negara (ASN). Total jumlah rekrutmen ASN pada 2024 mencapai 2,3 juta formasi.

Pengadaan ASN tahun ini diperuntukkan bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Demikian disampaikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas.

“Tahun ini pemerintah memberi alokasi cukup besar bagi fresh graduate melalui seleksi CPNS. Sedangkan seleksi PPPK menjadi fokus utama pemerintah untuk melakukan penataan pegawai non-ASN,” ujar Anas, Senin (29/1/2024).

Kebutuhan ASN 2024 tersebut, pada instansi pusat sebanyak 429.183 yang terdiri atas 207.247 CPNS dan 221.936 bagi PPPK. Formasi tersebut merupakan gabungan untuk guru, dosen, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis.

Adapun kebutuhan Instansi Daerah terdiri atas 483.575 CPNS Daerah yang akan dibuka untuk lowongan teknis. Dan 1.383.758 PPPK Daerah yang akan dibuka untuk Guru, Nakes, dan Teknis.

Formasi PPPK di instansi daerah untuk guru sebanyak 419.146, tenaga kesehatan 417.196, serta 547.416 untuk tenaga teknis. Sedangkan alokasi untuk sekolah kedinasan, tahun ini pemerintah membuka 6.027 formasi.

“Formasi Instansi daerah tahun ini memang kita alokasikan lebih besar daripada di instansi pusat. Karena kita lihat di daerah banyak membutuhkan tenaga ASN untuk pelayanan publik,” ucapnya.

Pada 2024, pemerintah tetap merekrut talenta-talenta baru atau fresh graduate melalui seleksi CPNS. Adapun kebijakan pada 2024 diharapkan mengurangi sedapat mungkin jabatan yang akan terdampak oleh transformasi digital.

Rekrutmen ASN diharapkan mengutamakan talenta-talenta digital. Perekrutan talenta digital dapat mendorong birokrasi dan pelayanan publik berjalan lebih efektif melayani dan efisien.

“Talenta digital dan rekrutan baru kita tujukan untuk mengakselerasi ekonomi nasional. Sekaligus menjadi pendorong penguatan akuntabilitas birokrasi,” kata mantan Bupati Banyuwangi tersebut.****

Pos terkait