Fajarasia.id – Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menegaskan Indonesia tidak perlu panik menghadapi penutupan Selat Hormuz akibat perang AS–Israel melawan Iran. Menurutnya, hanya 20 persen kebutuhan migas RI berasal dari Timur Tengah, sementara sisanya dipasok dari Nigeria, Angola, Brasil, Australia, hingga Amerika Serikat.
Eddy menyebut impor migas dari AS menjadi opsi realistis untuk menutup kekurangan pasokan. Namun ia mengingatkan cadangan strategis nasional migas Indonesia hanya cukup untuk 20 hari.
“Kita perlu meningkatkan kapasitas cadangan hingga 30 hari atau lebih, dengan membangun tangki penampungan di berbagai daerah,” ujarnya, Jumat (6/3/2026).
Langkah ini dinilai penting agar Indonesia tetap aman dari gejolak harga energi global dan dampak perang di kawasan Teluk.***






