Fajarasia.co – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sadar Subagyo meminta pemerintah memperbanyak petani muda, usia 20-30 tahun. Sebab, menurutnya, rata-rata usia petani Indonesia di atas 50 tahun, regenerasi petani pun dapat terhambat.
Hal itu, menurutnya, karena petani menjadi profesi yang kurang menarik. Sebab, rata-rata pertanian tidak menghasilkan keuntungan yang memadai.
“Negara harus hadir di dalam memicu pertumbuhan petani muda,” katanya, Sabtu (24/9/2022). “Seperti negara-negara lain, terutama beberapa negara Asia yang saya lihat, ada program khusus untuk petani muda.”
Korea misalkan, lanjutnya, di sana, pemuda yang mau bertani didorong, dan diberikan lahan oleh pemerintah. Pemerintah setempat, katanya, juga memberikan modal kepada petani-petani muda tersebut.
Bahkan, untuk menarik minat pemuda, hasil pertanian mereka sudah dijamin pasarnya. “Petani pada dasarnya, menurut saya mudah, mau menanam apa saja, asalkan ada jaminan pasar,” ujarnya.
Sadar menyampaikan harapan tersebut dalam rangka Hari Tani Nasional, tepat hari ini. Terkait itu, Sadar menyampaikan selamat kepada petani-petani Indonesia, juga pemerintah yang berhasil meningkatkan produksi beras.
“Selamat, selama tiga tahun berturut-turut kita sudah tidak impor beras, jagung juga sudah stabil,” ucapnya. “Alhamdulillah, semoga pertanian kita semakin maju, dan petaninya semakin sejahtera, amin.”****





