Fajarasia.id – Sebuah video amatir yang diupload akun resmi Habib Bahar Bin Smith, Minggu 29 Oktober 2023, dalam video tersebut terlihat sekelompok warga melakukan protes terhadap ceramah KH Imaduddin Utsman.
Terlihat dalam video tersebut sekelompok warga berupaya melakukan pembubaran terhadap acara ceramah Kyai Imaduddin Utsman (Ki Imad).
Video Massa yang mengaku Cinta Habib geruduk acara maulid nabi di Tambun Selatan
Ceramah Imaduddin Utsman ialah dalam rangka memperingati Maulid Nabi yang digelar oleh Pengurus Ranting NU Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
Sekelompok warga yang mengaku cinta habib dan Rabithah Alawiyah merupakan organisasi Islam yang mengklaim menaungi para keturunan langsung dari Nabi Muhammad SAW di Indonesia dan menghimpun WNI keturunan Arab tersebut mencoba merangsek mendekat ke area acara yang di gelar di dalam Masjid Amaluddin, Tambun Selatan Bekasi, namun di halangi oleh petugas keamanan TNI-Polri, Banser dan panitia acara.
Sempat terjadi saling dorong dan adu mulut antara petugas dengan warga yang protes tersebut. Syukur para petugas berhasil meredamnya walau masih ada teriakan “Ceramah ya ceramah aja, jangan bawa nasab,” kata seorang warga yang protes tersebut.
“Ini kampung gua,” ucap warga yang lain.
Pantauan dari video amatir tersebut, ceramah pun berhenti tidak terdengar suara.
Imaduddin Utsman memberi klarifikasi terkait kericuhan yang terjadi di acara ceramahnya dalam sebuah wawancara redaksi ini.
“Saya sedang berceramah dan tidak mengetahui apa yang terjadi di luar, karena acaranya di dalam masjid, jadi ketika tahu ada teriakan takbir di jalan, saya tetap meneruskan ceramah kemudian mic dimatikan oleh panitia, mungkin karena alasan keamanan dan saya pun mengakhiri ceramah saya,” ungkap Ki Imad melalui sambungan telp seluler, Senin (30/10/2023).
Ceramah tersebut berlangsung khusyuk dan kondusif pada awalnya, menurut pengakuan salah satu jama’ah dalam video amatir tersebut.
“Dari awal ceramahnya bagus, saya mulai terganggu saat dia bahas nasab,” ucap warga protes.
KH Imaduddin mengaku bahwa ceramah yang digeruduk sekelompok waga tersebut, ialah saat ceramahnya sudah hampir selesai.
“Ceramah saya sudah satu jam kurang sedikit, jadi memang di akhir-akhir ceramah, mungkin karena diakhir-akhir itu saya membahas nasab ba’alawi terputus ( membuat sekelompok warga protes), saya tidak terlalu tahu karena saya tidak turun ke jalan,” tutur KH Imaduddin Utsman.
Oleh panitia acara, Ki Imad dibawa masuk ke ruang tunggu tamu di Masjid Amaluddin, demi alasan keamanan.
Perlu diketahui, KH Imaduddin Utsman yang berdomisili di Kecamatan Kresek Banten, telah lama menjadi sosok yang kontroversi di kalangan umat Islam, lantaran tesis ilmiahnya yang menegaskan bahwa nasab ba’alawi (Habaib) tidak tersambung kepada Rasulullah SAW.
Tesis tersebut mendapat reaksi keras oleh para pecinta Habaib di Indonesia, mereka para pecinta Habaib tersebut di juluki Muhibbin.
Sehingga dalam acara ceramah Maulid yang digeruduk tersebut, diyakini oleh Ki Imad, pelakunya adalah para Muhibbin.
“Kita harus meng-insyafi para Muhibbin karena kesadaran mereka kan belum tercerahkan, jadi mereka tidak terlalu salah juga secara ilmu psikologi jadi kita memaklumi,” ujar Ki Imad.
Dalam wawancaranya KH Imaduddin menyatakan akan terus berceramah dengan membahas nasab, disertai dengan kesabaran.
Karena ia menyadari doktrin dari antitesis Ki Imad telah lama masuk di tengah-tengah masyarakat sehingga Ki Imad menegaskan akan terus bersabar dalam dakwahnya.
Terkait ketegangan perkara nasab Rasulullah SAW ini, beberapa pihak dari kalangan Ulama menginginkan agar segera diselesaikan dan dicari jalan keluarnya demi kerukunan umat Islam dan kondusifitas masyarakat.
Pihak dari Kesultanan Banten telah memberi ruang terhadap dua kelompok yang tengah berkonflik tersebut untuk melakukan dialog atau debat perkara nasab tersebut namun belum mampu untuk menyelesaikan konflik ini.
Akan tetapi selanjutnya direncanakan untuk kembali melakukan dialog atau debat nasab, kedua kelompok yang berkonflik mengaku tengah mempersiapkan materi untuk dialog atau debat selanjutnya yang waktu dan tempatnya belum ditentukan.***





