Fajarasia.co – Sejak jumat Truk ekspedisi mendominasi kepadatan kendaraan di Pelabuhan Merak Banten hingga hari ini H- 9 lebaran.
Hal itu sebagai antisipasi dilakukan pembatasan truk ekspedisi pada Selasa 26 April mendatang atau H -7 jelang lebaran.
“Pantauan kami, peningkatan signifikan jumlah truk logistik yang menyeberang pada pekan ini mengejar pembatasan waktu perjalanan Angkutan Barang yang akan dimulai pada 28 April mendatang,” kata Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy melalui keterangan tertulis yang diterima Redaksi , Minggu (24/4/2022).
Shelvy merinci, berdasarkan data 24 jam posko ASDP total penumpang yang menyeberang pada Jumat (22/4) pukul 08.00 hingga Sabtu (23/4) pukul 08.00 sebanyak 32.650 orang. Diikuti kendaraan roda 2 sebanyak 609 unit, mobil pribadi sebanyak 3.598 unit, 293 unit bus, dan 3.428 unit truk.
Sehingga total kendaraan yang menyeberang pada H-10 ini mencapai 7.928 unit kendaraan.
Shelvy menerangkan, pengaturan pembatasan operasional angkutan barang berlaku di Ruas Jalan Tol dengan waktu pemberlakuan untuk arus mudik mulai 28 April 2022 pukul 00.00 WIB sampai dengan 1 Mei 2022 pukul 12.00 WIB dan arus balik pada 6 Mei 2022 pukul 00.00 WIB sampai dengan 9 Mei 2022 pukul 12.00 WIB.
Di samping itu untuk di Ruas Jalan Non Tol (Jalan Nasional) arus mudik berlaku mulai 28 April 2022 – 1 Mei pukul 07.00 WIB sampai dengan 24.00 WIB. Namun pada Minggu, 1 Mei 2022 hanya sampai pukul 12.00 WIB.
“Mohon atur perjalanan sedini mungkin untuk hindari antrian di pelabuhan. Untuk pengguna layanan eksekutif Merak-Bakauheni pastikan Anda tiba di pelabuhan sesuai jam masuk pelabuhan yang dipilih mengingat kuota terbatas. Adapun waktu check ini di pelabuhan 3 jam sebelum jadwal masuk pelabuhan,” ucap Shelvy.
Shelvy menghimbau, kepada seluruh pengguna jasa penyeberangan, baik masyarakat umum dan kendaraan logistik agar tetap melakukan reservasi perjalanan secara mandiri.
Khusus pengguna jasa di 4 pelabuhan utama – Merak, Bakauheni, Ketapang dan Gilimanuk – agar melakukan pembelian tiket secara online melalui aplikasi Ferizy.
“Pengguna jasa agar tetap menjaga stamina kesehatan baik pengemudi maupun kendaraan, patuhi protokol kesehatan dimanapun berada, dan tetap mewaspadai potensi cuaca buruk. Kerjasama dan kesadaran seluruh pengguna jasa dan petugas di lapangan sangat penting, agar perjalanan arus mudik maupun balik dengan kapal ferry, tetap berjalan lancar, aman, dan selamat,” pungkasnya.
Memang terlihat kepadatan kendaraan pribadi dan truk ekspedisi yang hendak menyebrang dari Pulau Jawa menuju Pulau Sumatera tampak di semua dermaga.
Kepadatan terjadi mulai dari pintu masuk Pelabuhan Merak hingga hingga ke fly over Merak atau sekitar dua kilometer.




