Fajarasia.id – Hamas menegaskan tidak akan melakukan pembebasan sandera. Sebelum Israel melakukan gencatan senjata secara permanen di wilayah Jalur Gaza.
Pejabat senior Hamas Sami Abu Zuhri mengatakan pembebasan sandera Israel membutuhkan jaminan penghentian serangan udara ke Jalur Gaza. Serta penarikan semua pasukan Zionis.
“Keberhasilan pertemuan Paris bergantung pada kemauan penjajah Israel. Ini untuk mengakhiri agresi menyeluruh di Jalur Gaza,” kata Sami seperti dilansir Reuters, Selasa (30/1/2024).
Sami tak menjelaskan apakah jika syarat itu diterima, Hamas akan membebaskan semua sandera Israel atau sebagian. Pemerintah Israel menyebut sekitar 132 warganya masih disandera di Gaza, termasuk personel militer.
Sebelumnya Hamas juga memberikan syarat lain yakni pembebasan semua tahanan Palestina dari penjara-penjara Zionis. Sebagai imbalan atas pelepasan semua sandera Israel.
Seorang sumber pejabat Palestina yang mengikuti perkembangan negosiasi telah meminta Hamas untuk menyetujui perjanjian tindak lanjut dari gencatan senjata kemanusiaan. Namun Hamas ingin Israel mengakhiri serangan serta menarik semua pasukan dari Gaza, meski implementasinya tidak dalam waktu dekat.***





