Fajarasia.id – Wakil Ketua DPR RI, Sari Yuliati, menegaskan bahwa pendidikan berkualitas merupakan kunci utama dalam pemberdayaan perempuan. Menurutnya, akses pendidikan yang merata akan membuka pengetahuan, membangun kepercayaan diri, serta memperluas ruang kepemimpinan bagi perempuan Indonesia.
“Pemberdayaan perempuan tidak bisa dipisahkan dari akses dan mutu pendidikan. Ini adalah jalan utama membuka pengetahuan, membangun kepercayaan diri, dan memperluas ruang kepemimpinan perempuan,” ujar Sari.
Pernyataan ini sejalan dengan pencanangan April 2026 sebagai Bulan Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan oleh Kemendikdasmen. Tema yang diusung adalah “Pemberdayaan Perempuan: Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.”
Sari menilai langkah tersebut sebagai respons strategis atas tantangan kesetaraan gender. Data World Economic Forum (WEF) 2025 menunjukkan Indonesia berada di peringkat ke-97 dari 148 negara dalam Indeks Kesenjangan Gender, dengan skor 0,692. Ia menekankan bahwa pendidikan bermutu adalah fondasi untuk memperbaiki capaian tersebut.
Selain itu, Sari menyoroti kesenjangan di bidang Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM). Data ILO 2024 mencatat hanya 35 persen perempuan lulusan STEM, dan yang bekerja di sektor tersebut hanya 8 persen. “Padahal, STEM adalah sektor kunci masa depan. Kita harus mendorong lebih banyak perempuan masuk dan berkiprah di bidang ini,” tegasnya.
Ia berharap berbagai upaya pemberdayaan perempuan melalui pendidikan akan melahirkan generasi yang lebih berdaya saing, kompeten, dan siap mengambil peran strategis dalam pembangunan bangsa. “Dengan pendidikan bermutu, perempuan Indonesia akan menjadi motor penting menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.****





