Fajarasia.id – Klaim Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bahwa tumpukan sampah di ibu kota telah dibersihkan sepenuhnya ternyata tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi lapangan. Pantauan di sejumlah titik menunjukkan masih adanya penumpukan sampah yang mengganggu aktivitas warga.
Di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Rawadas, Pondok Kopi, Jakarta Timur, sampah menggunung hingga tiga meter dalam dua pekan terakhir. Kondisi ini dipicu pembatasan aktivitas di TPST Bantargebang pascalongsor, ditambah meningkatnya volume sampah usai Lebaran. Bau menyengat dan jalan licin akibat air lindi membuat warga sekitar resah.
Situasi serupa terjadi di Pasar Kopro, Jakarta Barat, di mana sampah meluber hingga ke badan jalan. Aktivitas jual beli terganggu karena aroma tidak sedap, sementara petugas berupaya mengurai tumpukan dengan alat berat. Di kolong Tol Wiyoto Wiyono, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sampah juga menumpuk hingga setinggi tiga meter, menimbulkan bau busuk yang mengganggu pedagang dan pengendara.
Warga berharap penanganan dilakukan lebih serius dan menyeluruh. Beberapa bahkan meminta Gubernur turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi nyata, bukan hanya menerima laporan dari jajaran bawahannya.****





