Fajarasia.id – Peringatan Hari Perempuan Internasional tahun ini berlangsung dalam suasana duka mendalam. Serangan rudal Amerika Serikat terhadap Sekolah Putri Shajerah Tayyebeh di Minab, Iran, pada 28 Februari 2026, menewaskan 165 jiwa, mayoritas siswi berusia 7–12 tahun serta guru perempuan yang tengah mengabdikan diri mencerdaskan kehidupan bangsa.
Tragedi ini mencoreng tema global HPI 2026, “For All Women and Girls”, yang seharusnya menjadi seruan perlindungan hak perempuan dan anak di seluruh dunia. Fakta bahwa sekolah—ruang aman bagi anak perempuan untuk bermimpi dan belajar—justru menjadi sasaran rudal, menunjukkan kegagalan sistem perlindungan warga sipil dalam konflik internasional.
Menanggapi tragedi kemanusiaan ini, Rieke Diah Pitaloka alias RDP menyatakan sikap tegas:
“Saya mengutuk keras pembunuhan warga sipil ini. Agresi yang menargetkan perempuan dan anak sebagai ‘teror’ untuk melumpuhkan pihak yang dianggap musuh adalah kejahatan keji terhadap kemanusiaan.” ujar Rieke Diah Pitaloka alias RDP.
Serangan ini bukan sekadar angka korban. Ini adalah 165 mimpi yang dipadamkan paksa. Mereka adalah anak-anak yang seharusnya tumbuh, belajar, dan kelak berkontribusi bagi peradaban. Mereka adalah para guru yang gugur di medan pengabdian. UNESCO telah menegaskan bahwa menyerang fasilitas pendidikan adalah pelanggaran berat hukum humaniter internasional.
Tema global HPI 2026, “For All Women and Girls”, terkoyak oleh darah para korban di Iran. Untuk perempuan dan anak perempuan mana dunia bicara, jika rudal masih bebas membunuh mereka di sekolah?
Rieke menuntut komunitas internasional untuk tidak diam. Investigasi independen atas kejahatan perang ini harus segera dilakukan. Hentikan keberingasan militer yang menjadikan anak-anak dan perempuan sebagai sasaran. Tangisan para ibu di Iran adalah gugatan bagi hati nurani kita semua.
“Di Hari Perempuan Sedunia ini, saya memilih untuk tidak merayakan. Saya memilih untuk bersuara lantang: hentikan membunuh masa depan! Hentikan kekerasan terhadap perempuan di zona konflik!”.***





