Fajarasia.co – Duta Arsip Nasional Republik Indonesia Rieke Diah Pitaloka menegaskan, dirinya akan terus menyuarakan kemerdekaan Palestina. Hal itu menurutnya untuk meneruskan perjuangan Presiden Soekarno, yang selalu menyuarakan solusi perdamaian dunia.
Rieke mengatakan, Presiden Soekarno selalu mengedepankan misi perdamaian, dan keadilan dalam perjalanan politiknya. Karenanya, Konferensi Bandung-Belgrade-Havana In Global History and Perspective ini, berketerkaitan dengan Konferensi Asia Afrika (KAA).
“Konferensi ini merupakan kesempatan berharga sekaligus kehormatan bagi saya berbicara di hadapan perwakilan dari negara sahabat,” katanya. “Salam hormat kepada para peserta.”
Hadir dalam konferensi tersebut sejarawan, budayawan, akademisi, perwakilan pemimpin lembaga negara, kepala daerah, organisasi masyarakat, dan organisasi politik. Para peserta berasal dari 42 negara, seperti Perancis, India, China, Kanada, Brazil, Uruguay, Kanada, Burkina Faso, dan Serbia.
Rieka menekankan, sejarah mencatat KAA tahun 1955 diikuti oleh 200 delegasi, yang berasal dari 29 negara. KAA menghasilkan sebuah komunike (pengumuman) akhir, Dasa Sila Bandung yang sangat inspiratif, dan menjadi tonggak sejarah dunia.
“Sepuluh tahun setelah konferensi tersebut berlangsung, terdapat 41 negara di Asia dan Afrika mendeklarasikan kemerdekaannya,” ujarnya. “Sekarang negara Asia Afrika telah merdeka, tapi, ada satu utang sejarah kemerdekaan yang harus diperjuangkan, yaitu kemerdekaan Palestina.”
Ia pun menegaskan akan meneruskan amanat Dasa Sila Bandung, yakni kemerdekaan negara di dunia, salah satunya Palestina. “Secara pribadi, dalam kesempatan ini saya pun menyatakan sikap terus berjuang bagi kemerdekaan Palestina!” ucapnya.
Oneng, sapaan akrab Rieke merupakan seorang Anggota DPR RI yang getol memperjuangkan nasib rakyat kecil. Artis kondang ini juga menyuarakan kemerdekaan negara Palestina pada beberapa kesempatan.****





