Fajarasia.id – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memblokir sebanyak 1.992 konten Intoleransi, Radikalisme, Ekstrimisme, dan Terorisme (IRET) di 2023. Hal itu disampaikan Kepala BNPT Mohammed Rycko Amelza Dahniel dalam Rapat Kerja dengan Komisi III DPR membahas kinerja dan program pencegahan dan penanganan terorisme.
“Pada tahun 2023 BNPT sudah melakukan take down terhadap 1.992 konten media sosial yang bermuatan IRET. Seperti Densus 88 Polri 5.670 konten, Bareskrim 76 konten, TNI 56 konten, Kominfo 1.863 konten,” kata Rycko di Ruang Rapat Komisi III DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (27/6/2024).
Rycko memastikan, terus melakukan berbagai upaya untuk mencegah dan menanggulangi aksi terorisme di dunia maya. Dia mengatakan, penyebaran ideologi terorisme saat ini telah bergeser melalui dunia maya yang dapat lebih masif.
“Konten dunia maya sudah mulai dibaca dan mempengaruhi cara berpikir. Kami menerapkan strategi preventive strike take down dan kontranarasi ditambah dengan sosialisasi secara tatap muka kepada kelompok rentan,” katanya, mengungkapkan.
Menurutnya, BNPT telah menerapkan tiga strategi dan program pencegahan terorisme di Indonesia. Di antaranya, pencegahan konten radikal dengan melakukan patroli siber, blokir konten, dan kontra narasi.****




