Fajarasia.id – Sebanyak 300 jemaah calon haji lansia dan disabilitas mulai dipindahkan dari pemondokan menuju hotel transit. Proses ini dilakukan menjelang pelaksanaan puncak haji yang dimulai dengan wukuf di Arafah pada Sabtu (15/6/2024).
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) pun telah menyiapkan safari wukuf bagi jemaah haji lanjut usia (lansia) nonmandiri. Proses pelayanan safari wukuf lansia dan disabilitas nonmandiri berlangsung tanggal 12-19 Juni 2024.
“Sebagai persiapan, kami secara bertahap memindahkan jemaah haji lansia dan disabilitas nonmandiri yang akan mengikuti safari wukuf ke hotel transit. Hotel dipilih berlokasi di wilayah Aziziyah, agar dekat dengan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja Makkah,” kata Kepala Bidang Layanan Jemaah Lansia dan Disabilitas Slamet Sodali di Makkah, Kamis (13/6/2024).
Pemerintah Arab Saudi telah menetapkan 1 Zulhijjah bertepatan dengan 7 Juni 2024. Karenanya, wukuf di Arafah bertepatan dengan 15 Juni 2024.
Jemaah akan diberangkatkan dari hotel transit menuju Arafah dengan bus. Mereka berangkat sekitar pukul 11.00 waktu Arab Saudi.
“Proses safari wukuf dilakukan setelah masuk waktu Zuhur, diawali dengan khutbah, dilanjutkan salat jamak takdim Zuhur dan Asar yang tetap dilakukan di atas kendaraan. Setelah itu, jemaah diberi kesempatan untuk berzikir sebelum kembali di antar ke hotel transit,” katanya.
Selesai wukuf, jemaah akan kembali dan tinggal di hotel transit hingga selesai prosesi mabit di Mina. Beragam kegiatan disiapkan untuk mengisi waktu jemaah lansia dan disabilitas selama di hotel transit.
Beberapa di antaranya seperti senam lansia hingga pemeriksaan kesehatan berkala. Untuk pelaksanaan ibadah lainnya, baik lontar jumrah maupun tawaf Ifadlah, para petugas akan membadalhajikan.
“Jemaah lansia dan disabilitas ini akan kami kembalikan ke pemondokan masing-masing pada 19 Juni 2024, saat para jemaah lainnnya yang dalam satu kloter sudah kembali ke hotel masing-masing,” ujarnya.





