Fajarasia.id – Pakistan resmi mengusulkan rencana dua tahap untuk mengakhiri konflik Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran sekaligus membuka kembali Selat Hormuz, jalur vital energi dunia. Proposal ini tengah dipertimbangkan kedua pihak yang bertikai.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengakui adanya upaya diplomatik Pakistan. Namun, ia menegaskan Iran tetap fokus pada keamanan domestik di tengah serangan terbaru militer AS dan Israel.
Sumber diplomatik menyebut Panglima Angkatan Darat Pakistan, Field Marshal Asim Munir, telah melakukan kontak intensif dengan Wakil Presiden AS JD Vance, utusan khusus Steve Witkoff, serta Menlu Iran Abbas Araghchi. Rencana yang dijuluki “Islamabad Accord” ini mencakup gencatan senjata segera, pembukaan Selat Hormuz, dan pembicaraan lanjutan di Islamabad.
Kesepakatan akhir diharapkan berisi komitmen Iran untuk tidak mengejar senjata nuklir, dengan imbalan keringanan sanksi ekonomi dan pelepasan aset yang dibekukan. Namun, pejabat Iran menolak tenggat waktu serta menilai proposal AS sebelumnya terlalu ambisius dan tidak realistis.
Situasi diplomasi digambarkan penuh ketegangan, dengan Pakistan menjadi satu-satunya saluran komunikasi. Para analis menilai jika blokade Hormuz berlanjut, dampaknya bisa melumpuhkan perdagangan energi global yang selama ini bergantung pada jalur tersebut.****





