Fajarasia.id – Bappenas RI mengaku, sudah memetakan potensi industri digital dan industri ekonomi berbasis digital dalam waktu dekat. Potensi industri tersebut, diakuinya dalam terjadi perputaran uang besar yang bisa menguntungkan Tanah Air.
“Kalau konteks Indonesia saja, ekonomi digital itu kira-kira skala ekonominya mencapai 210-360 miliar US dolar. Itu antara waktu sampai dengan tahun 2030 atau 2035,” kata Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan Bappenas Amich Alhumami , Jumat (01/3/2024).
Industri digital itu, Amich menegaskan, menjadi prospektif penting untuk generasi muda yang menjadi digital talent. Maka dari itu, pendidikan formal maupun pelatihan-pelatihan programatik sangat penting dikencangkan pemerintah di masa mendatang.
“Dalam rangka merespons kebutuhan pasar kerja yang menopang pada industri berbasis digital. Dan ekonomi berbasis digital dengan tadi nominalnya yang sangat banyak,” ucapnya.
Kemenkominfo mengaku, memiliki target 600 ribu per tahun untuk menciptakan talenta digital di Indonesia. Karena sejauh ini, dalam setahun, talenta digital yang dilatih oleh pemerintah baru mencapai 200 ribu orang.
“Ini sudah mengajarkan materi-materi yang memang betul-betul masuk ke digital, misalnya teknik informatika, kemudian digital broadcasting. Jadi itu upaya kominfo untuk menambah kebutuhan dan talenta digital yang mencapai 600 ribu pertahunnya,” kata Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo Usman.
Dalam mewujudkan target tersebut, Usman mengatakan, pentingnya berkolaborasi dengan stakeholder terkait seperti Kemendikbudristek. Karena, di Indonesia belum banyak universitas negeri khususnya memiliki jurusan teknik informatika (IT).
“Memang diperlukan juga kontribusi ataupun kolaborasi dengan Kemendikbudristek. Kalau kita lihat, belum banyak universitas memiliki jurusan teknik komputer atau teknik informatika, di universitas negeri maksud saya,” ucapnya.
Kampus negeri di Indonesia, Usman menuturkan, rata-rata lebih banyak memiliki jurusan yang berkaitan dengan sosial humaniora. Oleh sebab itu, pentingnya universitas negeri di Tanah Air memiliki jurusan teknik digital.
“Jurusan-jurusan teknik apalagi yang terkait dengan digital ini memang masih sangat kurang, masih kita butuhkan. Tapi banyak juga orang Indonesia yang keluar negeri untuk mengambil jurusan-jurusan yang terkait dengan digital,” ujarnya.****





