Fajarasia.id – Tumpahan minyak dari kapal kargo berbendera Panama, Sealloyd Arc, mencemari pantai-pantai alami di Phuket setelah kapal tersebut terbalik di Samudra Hindia pada 7 Februari. Kapal yang berlayar menuju Bangladesh itu menumpahkan sekitar 1.700 liter minyak.
Residu minyak mulai terdampar di Pantai Ya Nui dan sejumlah pulau kecil di Provinsi Phuket. Pantai Banana di Koh Hey, destinasi populer wisatawan, juga terdampak. Anggota parlemen setempat, Chalermpong Saengdee, menyebut situasi ini mengkhawatirkan karena mengancam kehidupan laut, terumbu karang, serta pariwisata Thailand.
Kapal tenggelam berada di kedalaman 60 meter, menyulitkan upaya penyelam menahan kebocoran. Warga setempat terlihat menyisir pantai dengan garpu dan ember untuk mengumpulkan gumpalan minyak, sementara Angkatan Laut Thailand menggunakan dispersan.
Menurut Departemen Sumber Daya Kelautan dan Pesisir Thailand, negara ini pernah mengalami 130 tumpahan minyak antara 2017–2021 yang memengaruhi lebih dari 23 provinsi. Organisasi lingkungan memperingatkan dampak jangka panjang berupa kerusakan ekosistem, pencemaran sumber makanan, hingga pelepasan bahan kimia beracun.




