Fajarasia.id — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru, sebuah fasilitas transportasi publik modern yang dirancang untuk meningkatkan kenyamanan dan kapasitas layanan bagi masyarakat. Peresmian ini turut dihadiri oleh jajaran menteri dan pejabat tinggi negara, termasuk Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Gubernur Provinsi Daerah Khusus Jakarta, serta Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero).
Stasiun yang mulai beroperasi sejak Juni 2025 ini kini mampu melayani hingga 380 ribu penumpang per hari, naik signifikan dari kapasitas sebelumnya yang hanya 141 ribu. Fasilitas baru mencakup empat peron dan enam jalur yang mendukung rangkaian kereta hingga 12 gerbong, berdiri di atas lahan seluas lebih dari 31 ribu meter persegi dengan luas bangunan mencapai 23 ribu meter persegi.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa pembangunan stasiun ini merupakan bagian dari transformasi layanan transportasi publik yang lebih inklusif dan terintegrasi.
“Stasiun Tanah Abang Baru menjadi simpul penting dalam jaringan KRL Jabodetabek, memperkuat konektivitas antarmoda dan mendukung pertumbuhan kawasan berbasis transit,” ujar Bobby.
Ia juga menekankan bahwa peningkatan kapasitas ini berdampak langsung pada mobilitas masyarakat dan efisiensi ekonomi perkotaan, sekaligus mendukung pengurangan emisi karbon melalui penggunaan transportasi massal.
KAI, lanjut Bobby, terus memperluas layanan melalui skema subsidi Public Service Obligation (PSO) yang diamanahkan pemerintah. Hingga September 2025, layanan PSO telah menjangkau lebih dari 13 juta pelanggan, meningkat dari tahun sebelumnya.
“Kami juga mengoperasikan lebih dari 1.100 perjalanan Commuter Line setiap hari, termasuk di Jabodetabek, Merak, dan Bandara Soekarno-Hatta,” tambahnya.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut pengembangan Stasiun Tanah Abang sebagai langkah strategis dalam membangun ekosistem transportasi yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.
“Stasiun ini melayani empat lintas utama KRL dan menyumbang 22% dari total penumpang KRL Jabodetabek. Pembangunannya adalah hasil kolaborasi lintas kementerian dan lembaga,” jelas Dudy.
Tahap kedua pengembangan stasiun dijadwalkan pada 2027, mencakup penambahan fasilitas aksesibilitas dan peningkatan frekuensi perjalanan lintas Tanah Abang–Serpong–Rangkasbitung menjadi setiap 4–6 menit.
Presiden Prabowo dalam sambutannya menyampaikan kebanggaannya terhadap kemajuan transportasi publik di Indonesia.
“Saya melihat langsung bagaimana masyarakat menikmati layanan kereta api yang bersih, nyaman, dan berstandar tinggi. Pemerintah akan terus memperluas jaringan kereta api ke berbagai wilayah untuk menurunkan biaya logistik dan meningkatkan daya saing nasional,” tegas Presiden.
Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyetujui pengadaan 30 rangkaian kereta baru senilai hampir Rp5 triliun sebagai bagian dari komitmen memperkuat layanan publik.
“Kereta api adalah kebanggaan kita bersama. Pemerintah akan memastikan setiap investasi di sektor ini benar-benar kembali untuk kesejahteraan rakyat,” tutup Prabowo.****




