Fajarasia.id – Presiden Prabowo Subianto menghentikan rapat terbatas yang digelar bersama jajaran menteri dan pemerintah daerah Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026), ketika azan Zuhur berkumandang. Momen tersebut terjadi usai Presiden meninjau pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak banjir bandang dan longsor.
Mengenakan safari krem, Prabowo disambut hangat warga yang mengucapkan terima kasih atas perhatian pemerintah terhadap penanganan bencana. “Pak Presiden terima kasih,” seru sejumlah warga saat menyambut kedatangannya.
Rapat terbatas dimulai dengan laporan dari Ketua Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rosan Perkasa Roeslani, terkait pembangunan hunian di tiga provinsi. Namun, di tengah pemaparan, Prabowo langsung menghentikan jalannya rapat begitu mendengar suara azan.
“Ini azan dulu,” ucap Prabowo singkat. Setelah azan selesai, rapat kembali dilanjutkan dengan pemaparan target pembangunan 15 ribu unit hunian.
Rosan menjelaskan, proyek hunian Danantara melibatkan 1.635 pekerja yang bekerja penuh selama 24 jam. Ia menargetkan seluruh unit selesai dalam waktu tiga bulan. Rinciannya, Aceh akan mendapat 12 ribu unit, Sumatra Utara 2.000 unit, dan Sumatra Barat 500 unit.
Hunian berukuran 22 meter persegi per unit ini dibangun di atas lahan milik PTPN. Selain rumah, fasilitas pendukung juga disiapkan, mulai dari taman bermain, akses internet WiFi, dapur umum, hingga 120 unit toilet.
Momen penghentian rapat saat azan menjadi sorotan karena menunjukkan sikap Presiden yang mengedepankan nilai religius di tengah agenda kenegaraan. Sementara itu, pembangunan hunian Danantara diharapkan mempercepat pemulihan warga terdampak bencana dan memberikan ruang hidup yang lebih layak.





