Presiden Jokowi Sebut Indonesia Harus Belajar dari Krisis 1998-2018

Presiden Jokowi Sebut Indonesia Harus Belajar dari Krisis 1998-2018

Fajarasia.id -Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, ekonomi global terus bergerak cepat ditambah dengan disrupsi teknologi yang sangat masif. Kondisi itu ditambah dengan panasnya kondisi geopolitik dunia yang masih belum usai.

Oleh karena itu, Kepala Negara meminta semua pihak tetap waspada. Presiden pun mengingatkan agar semua pihak di sektor jasa keuangan belajar dari krisis ekonomi 1998, 2018, hingga 2023.

“Kita harus banyak belajar pada kasus-kasus masa lalu, baik di 1998, Asian Financial Crisis. Kemudian 2018 dan 2023, kita lihat tiba-tiba kita lihat kemarin jatuhnya Silicon Valley Bank,” kata Presiden dalam pidatonya saat menghadiri Pertemuan Industri Jasa Keuangan di Hotel St. Regist Jakarta Selatan, Selasa (20/2/2024).

“Ini juga mengharuskan kita semuanya hati-hati dalam kita menjaga industri keuangan kita, ekonomi kita.”. Kepala Negara pun meminta semua pihak untuk menjaga ekonomi nasional tetap inklusif dan berkelanjutan.

“Tadi sudah disampaikan oleh Pak Ketua OJK, OJK harus harus terus memperkuat inklusi dan literasi keuangan. Di catatan saya di sini, tingkat inklusi keuangan kita diangka 75 persen,” ucapnya.

“Dan tingkat literasi keuangan kita masih di angka 65 persen di 2023.”. Presiden pun mendorong agar pengembangan UMKM melalui perbankan dan asuransi terus disalurkan.

“Kredit perbankan untuk UMKM saat ini masih di angka 19 persen. Ini perlu sebuah terobosan, perlu sebuah strategi agar ada peningkatan kredit perbankan modal UMKM,” katanya.***

Pos terkait