Fajarasia.id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa tuduhan pelanggaran HAM yang kerap diarahkan kepada jenderal-jenderal TNI oleh pihak Barat tidak sesuai fakta. Ia menyebut TNI tidak pernah melakukan serangan terhadap fasilitas sipil seperti rumah sakit, sekolah, maupun tempat ibadah.
“Jenderal-jenderal kita yang paling hebat, paling jago, dimaki-maki, dituduh penjahat perang, dituduh melanggar HAM. Tapi rasanya TNI tidak pernah ngebom rumah sakit, panti asuhan, sekolah, gereja, atau masjid,” ujar Prabowo saat peresmian 1.072 SPPG dan 18 gudang ketahanan pangan Polri di Palmerah, Jakarta Barat.
Prabowo mengkritik sikap negara-negara Barat yang kerap mengajarkan HAM namun justru terlibat pelanggaran HAM. Ia menekankan bahwa sorotan terhadap institusi seperti TNI maupun Polri adalah risiko yang harus dihadapi dengan tabah.
“Polisi banyak jadi sasaran, itu risiko. TNI juga dulu jadi sasaran. Yang penting niat baik pengorbanan untuk bangsa dan negara,” katanya.
Prabowo menambahkan, jika ada oknum yang melakukan kesalahan, maka yang harus ditindak adalah individu tersebut, bukan membubarkan institusi atau mencopot pemimpinnya. Ia mengibaratkan hal itu seperti murid nakal di sekolah yang tidak seharusnya membuat kepala sekolah dicopot atau sekolah ditutup.





