Fajarasia.id – Presiden Prabowo Subianto menyaksikan penandatanganan 10 nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama strategis antara pelaku usaha Indonesia dan Jepang dalam Forum Bisnis Indonesia–Jepang di Imperial Hotel Tokyo. Total nilai kesepakatan mencapai 23,63 miliar dolar AS atau sekitar Rp401,71 triliun, menandai langkah besar dalam memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.
Di hadapan Presiden Prabowo, perwakilan perusahaan dari Indonesia dan Jepang bergantian menampilkan kerja sama yang telah disepakati. Kesepakatan tersebut mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari energi bersih, eksplorasi minyak dan gas, pengembangan panas bumi, hingga ekosistem keuangan inklusif dan investasi.
Beberapa kerja sama penting yang diumumkan antara lain:
- Produksi metanol berbasis emisi karbon oleh PT Pupuk Kaltim dan PT Kaltim Methanol Industri.
- Pengembangan Lapangan Gas Abadi di Blok Masela oleh Pertamina dan INPEX.
- Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Rajabasa oleh PT Supreme Energy Rajabasa dan INPEX.
- Kemitraan ekosistem semikonduktor antara PT Eblo Teknologi Indonesia dan Hayashi Kinzoku Co., Ltd.
- Kolaborasi Pegadaian dengan Bank SMBC Indonesia untuk memperkuat ekosistem emas dan inklusi keuangan.
- Mandiri Aviation Leasing Fund bersama Danantara, Mandiri Investment Management, dan SMBC Aviation Capital.
- Hululais Geothermal Power Plant Project antara Pemerintah Indonesia dan JICA.
Kesepakatan ini menunjukkan tingginya kepercayaan investor Jepang terhadap prospek ekonomi Indonesia sekaligus memperluas kolaborasi konkret di berbagai sektor. Forum bisnis tersebut menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperkuat posisi sebagai mitra strategis Jepang di kawasan Asia.****




