Fajaraia.id – Anggota Kepolisian Repubik Indonesia (Polri) menanam jagung di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang Jawa Timur, Rabu (6/8/2025). Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri, Dedi Prasetyo memimpin kegiatan penanaman itu.
Di samping Tebuireng, Polri juga bekerjasama dengan ratusan pondok pesantren di Jawa Timur. “Alhamdulilah di Jawa Timur ada kurang lebih 264 pondok pesantren dengan luas tanah 500 hektare, ” kata Dedy Prasetyo, Kamis (7/8/2025).
Data Kementerian Agama tahun 2023, di Jawa Timur terdapat 6.745 pondok pesantren. Jumlah ponpes di Jawa Timur merupakan yang terbesar kedua setelah Jawa Barat yang berjumlah 12.121.
Pondok Pesantren Tebuireng adalah salah satu pondok terbesar dan tertua di Jawa Timur. Ponpes Tebuireng didirikan oleh KH Hasyim Asy’ari tahun 1899.
Polri mentargetkan kuartal ketiga tahun 2025 mencakup penanaman jagung di atas 200 ribu hektare lahan. Program tersebut merupakan bagian dari upaya bersama Polri dan pesantren dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Di samping dengan pondok pesantren, Polri juga bekerjasama dengan Kementerian Perhutanan melalui pemanfaatan lahan hutan sosial. “Kami telah menanam jagung di lahan seluas 330.000 hektare dari target 700.000,” katanya.
Dedi menambahkan, total lahan jagung yang telah ditanam mencapai 440.000 hektare sepanjang kuartal ketiga. Jumlah ini dinilai berkontribusi besar dalam mengejar target nasional 1 juta hektare lahan jagung.
“Jika semua berjalan lancar, hasil panen tahun ini bisa mencapai 4 juta ton. Angka itu meningkat dari tahun sebelumnya,” ucapnya.
Produksi jagung secara nasional menunjukan trend yang naik turun. Hingga September 2025 diperkirakan produksi jagung secara nasional sebesar 16,40 juta ton.****





