Fajarasia.co – Polri melakukan pengamanan maksimal untuk menyukseskan event internasional Presidensi G20 di Indonesia. Asops Kapolri Irjen Agung Setya Imam Effendi mengatakan, pihaknya akan melakukan pengamanan operasi secara terpusat.
“Artinya operasi kepolisian yang diselenggarakan mulai dari Mabes Polri sampai ke tingkat kewilayahan. Di tingkat Bali, NTB yang akan dilaksanakan selama 10 hari yaitu dari tanggal 7 November-17 November,” kata Agung dalam keteranga tertulisnya, Jumat (23/9/22).
Agung mengungkapkan, kepolisian menyiapkan sebanyak 5.746 personel untuk pengamanan pelaksanaan G20. Namun, Polri akan tetap menyesuaikan dengan kondisi yang berkembang di lapangan.
“Cadangan anggota kita yang siap sekitar 1.600 personel. Polri siapkan kendaraan khusus berupa kapal, helikopter, dan mobil pengawalan,” ujarnya.
Ia juga mengatakan, pihaknya tetap melakukan koordinasi dengan TNI, Paspampres, BNPB, Basarnas dan stakeholder lainnya. “Sesuai dengan arahan (panitia) bahwa KTT Presidensi G20 mendorong penyelenggaraan yang ramah lingkungan,” ucapnya.
Agung menjelaskan, pengamanan dan pengawalan dilakukan untuk memastikan kedatangan Presiden atau delegasi lainnya. Terutama menghindari potensi adanya gangguan.
Mulai dari bandara, jalur dan area hotel, serta lokasi berlangsungnya KTT Presidensi G20. Hal ini merujuk kepada protokol dan prosedur pengamanan internasional.
“Kita melakukan pemetaan titik-titik yang menjadi fokus pengamanan Polri, dibagi dalam 5 kawasan. Seminyak, Jimbaran, Sanur, Nusa Dua Utara, dan Nusa Dua Selatan,” katanya, menambahkan.
Polisi juga akan menyiapkan strategi rekayasa di 10 ruas jalan. Bahkan, disiapkan 4.600 CCTV yang sudah terkoneksi ditambah 1.500 kamera tubuh untuk semua petugas yang ada di lapangan.
“Kita menyiapkan perlengkapan yang kita butuhkan mulai dari checkdoor, X-Ray, kendaraan, kemudian kendaraan khusus untuk penanganan-penanganan khusus. Demikian juga sampai ke kapal dan helikopter serta kendaraan pengawalan,” ujar Agung.
Selain itu, Polisi juga telah membuat rencana antisipasi hal-hal yang kemungkinan bisa terjadi. Seperti bencana alam dan ancaman yang tidak nampak seperti serangan siber dan sebagainya.****





