Fajarasia.id — Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, sempat jatuh pingsan saat memimpin upacara persemayaman tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menjadi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500. Peristiwa yang terjadi pada Minggu pagi itu sontak mengundang perhatian publik, termasuk Presiden Prabowo Subianto.
Lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, Trenggono membagikan momen dirinya tengah dirawat di ruang medis. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian masyarakat, khususnya kepada Presiden Prabowo yang langsung menghubunginya untuk menanyakan kondisi terkini.
“Wabil khusus Pak @presidenrepublikindonesia @prabowo yang menelpon langsung dan menanyakan kondisi saya hari ini,” tulis Trenggono.
Trenggono menjelaskan bahwa dirinya kini dalam kondisi stabil. Ia menyebut insiden pingsan tersebut disebabkan oleh kelelahan fisik dan tekanan emosional yang berat, menyusul duka mendalam atas wafatnya tiga pegawai KKP dalam kecelakaan tragis tersebut.
“Alhamdulillah observasi dokter menyatakan tak ada masalah, hanya kelelahan. Seminggu terakhir ini memang melelahkan, tidak hanya fisik tetapi juga mental,” ungkapnya.
Sebelum insiden terjadi, Trenggono baru saja kembali dari kunjungan kerja mendampingi Presiden Prabowo ke London dan Davos. Meski demikian, ia tetap memilih hadir dan memimpin langsung upacara persemayaman sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada para pegawai KKP yang gugur.
“Sebagai komandan di KKP, saya selalu bersama pasukan baik dalam suka maupun duka,” ujarnya.
Trenggono menutup pesannya dengan ucapan terima kasih atas doa dan dukungan publik, serta menyerukan semangat untuk terus mencintai negeri.
Pihak KKP memastikan bahwa kondisi kesehatan Trenggono tidak mengkhawatirkan dan ia dijadwalkan kembali beraktivitas seperti biasa mulai esok hari.




