Pilot Susi Air Masih Disandera, DPR Pertanyakan Kerja Operasi TNI-Polri

Pilot Susi Air Masih Disandera, DPR Pertanyakan Kerja Operasi TNI-Polri

Fajarasia.id– Anggota Komisi I DPR RI Dave Laksono mempertanyakan hasil kerja TNI-Polri dalam operasi pembebasan Pilot Pesawat Susi Air Pilatus Porter PC 6/PK-BVY, Kapten Philips Max Mehrtens. Legislatif ingin TNi di bawah komando Panglima Laksamana Yudo Margono segera bergerak menggempur titik persembunyian kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua.

“Mengapa belum mendapatkan hasil yang diharapkan?” kata Dave kepada wartawan, Rabu (1/3).

Politikus Golkar ini memandang kerja TNI-Polri dalam operasi pembebasan Philips sangat lamban. Dia khawatir operasi yang berlarut justru bakal mengancam keselamatan Philips yang disandera sejak 7 Februari 2023.

“Kita juga masih menunggu, melihat perkembangan ini yang sangat lambat,” kata dia.

Dave mengingatkan jika OPM tidak pernah peduli terhadap nasib Philips. Perusuh di Bumi Cenderawasih itu bahkan selalu menganggap dirinya sebagai korban atas kekerasan yang dilakukan kelompoknya sendiri.

“OPM jelas tidak peduli, mereka selalu memainkan posisi sebagai korban, padahal OPM adalah pelaku,” kata dia.

Dave mendorong agar Laksamana Yudo bisa segera menjalankan fungsi utamanya dan menginstruksikan para kepala staf memimpin operasi pembebasan Philips. Dave ingin TNI tidak memberi ruang dialog kepada OPM.

“TNI kita jumlahnya cukup besar dan peralatan tempur kita walaupun sering dikeluhkan, akan tetapi jauh lebih canggih dari OPM. Ini sudah menyangkut harkat dan martabat bangsa,” tegas Dave.

Operasi pembebasan Pilot Pesawat Susi Air Pilatus Porter PC 6/PK-BVY, Kapten Philips Max Mehrtens, dari tangan KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya belum juga membuahkan hasil. Padahal, desakan dari banyak pihak agar TNI-Polri segera bergerak membebaskan Philips terus bergulir.***

Pos terkait