Fajarasia.id – Harga BBM jenis Pertamax yang saat ini dijual Rp12.300 per liter ternyata masih jauh di bawah harga keekonomiannya. Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira, menyebut harga keekonomian Pertamax berada di level Rp18.740 per liter, sementara Pertamina Dex mencapai Rp25.560 per liter.
Artinya, terdapat selisih sekitar Rp6.440 per liter untuk Pertamax dan Rp11.060 per liter untuk Pertamina Dex. Bhima menilai selisih tersebut berpotensi masuk ke skema kompensasi pemerintah, yang bisa menambah beban APBN hingga Rp130–150 triliun.
Ekonom CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menambahkan bahwa harga keekonomian Pertamax sangat dipengaruhi harga minyak global dan kurs rupiah. Dengan harga minyak dunia di kisaran US$80–90 per barel dan rupiah di atas Rp15.500 per dolar AS, harga keekonomian Pertamax diperkirakan Rp14.500–Rp15.500 per liter.
Dengan demikian, selisih Rp2.200–Rp3.200 per liter masih ditanggung badan usaha, termasuk Pertamina dan operator SPBU swasta seperti BP-AKR dan Vivo Energy Indonesia, yang juga menahan harga BBM setara Pertamax di kisaran Rp12.390 per liter.
Para ekonom menilai kebijakan penahanan harga memang membantu menjaga daya beli masyarakat dan menekan inflasi, namun jika berlangsung terlalu lama, risiko fiskal akan semakin menumpuk.****





