Fajarasia.id – Indonesia resmi memulai masa keketuaan di Developing 8 (D-8) sejak 1 Januari 2026. Tema yang diusung adalah “Menavigasi Perubahan Global, Memperkuat Kesetaraan, Solidaritas, dan Kerja Sama untuk Kemakmuran Bersama”.
Penyerahan posisi Ketua D-8 dari Mesir ke Indonesia akan dilakukan secara resmi pada KTT ke-12 di Jakarta, April mendatang. Namun, Indonesia sudah menyampaikan lima prioritas keketuaannya dalam pertemuan pejabat senior pada Desember 2025.
“Negara-negara anggota D-8 dan sekretariat menyambut positif rencana keketuaan Indonesia, dan siap mendukung kesuksesan kita,” ujar Direktur Sosial Budaya dan Kemitraan Strategis Kemlu RI, Ary Aprianto, Jumat (2/1).
Ary menegaskan Indonesia ingin memperkuat posisi negara-negara Selatan Global di panggung dunia. “D-8 ini berisi negara-negara utama di Global South dan kunci di kawasan masing-masing,” katanya.
Memasuki awal Januari, Indonesia bersama anggota D-8 mulai merancang Deklarasi Jakarta yang akan menjadi dokumen hasil KTT 15 April 2026. Selain itu, pertemuan reformasi D-8 juga dijadwalkan berlangsung di Pakistan.
Salah satu fokus utama adalah memaksimalkan Preferensial Trade Agreement (PTA) D-8 yang sudah berjalan sejak Juni 2024. Skema ini terbukti meningkatkan ekspor Indonesia ke negara anggota dengan nilai mencapai USD 27 juta hingga Oktober 2025.
Keketuaan Indonesia juga menyasar pengembangan perdagangan produk halal bersama Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS). Pelatihan sertifikasi halal dijadwalkan berlangsung pertengahan 2026.
Lima Prioritas Keketuaan
Adapun lima prioritas Indonesia dalam D-8 adalah:
- Integrasi ekonomi dan perdagangan
- Pengembangan ekonomi halal serta ekonomi biru dan transisi hijau
- Konektivitas dan transformasi digital
- Reformasi organisasi D-8
D-8 dibentuk pada 15 Juni 1997 di Istanbul dengan fokus kerja sama perdagangan, pertanian, energi, transportasi, pariwisata, dan industri. Saat ini, D-8 beranggotakan sembilan negara: Azerbaijan, Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki.





