Pentagon Khawatir Stok Tomahawk Menipis

Pentagon Khawatir Stok Tomahawk Menipis

Fajarasia.id  – Para pejabat Pentagon menyuarakan kekhawatiran atas menipisnya stok rudal jelajah Tomahawk di tengah perang dengan Iran yang baru berlangsung empat minggu. Hingga kini, Amerika Serikat telah meluncurkan 850 unit Tomahawk, masing-masing bernilai 2 hingga 3,6 juta dolar AS.

Produksi rudal ini terbatas, hanya beberapa ratus unit per tahun. Tahun lalu, AS bahkan hanya membeli 57 unit berdasarkan anggaran pertahanan. Kondisi tersebut membuat Pentagon mempertimbangkan pemindahan stok dari kawasan Indo-Pasifik ke Timur Tengah untuk mendukung operasi militer.

Meski demikian, juru bicara Pentagon Sean Parnell menegaskan bahwa Departemen Pertahanan memiliki semua yang dibutuhkan untuk melaksanakan misi sesuai arahan Presiden. Menteri Pertahanan Pete Hegseth menambahkan, penguasaan wilayah udara Iran memungkinkan pesawat tempur menggantikan peran rudal dengan bom gravitasi, meski risiko tetap tinggi.

Selain Tomahawk, AS juga telah menembakkan lebih dari 1.000 rudal pencegat pertahanan udara, termasuk sistem Patriot dan THAAD. Namun, stok amunisi canggih ini juga terbatas dan harganya jauh lebih mahal dibanding rudal serta drone yang digunakan Iran. Situasi ini menimbulkan dilema bagi Washington dalam kampanye militer berkepanjangan, terutama terkait upaya membuka kembali jalur perdagangan di Selat Hormuz yang memicu kenaikan harga minyak dunia.****

Pos terkait