Fajarasia.id – Senjata yang dipasok oleh AS dan Inggris memperpanjang tahun perang saudara di Yaman, menewaskan dan melukai puluhan warga sipil, menurut laporan investigasi yang diterbitkan oleh badan amal Oxfam pada Jumat (13/11). /2019). 1).
Menurut organisasi tersebut, 87 warga sipil telah tewas dan 136 terluka di Yaman selama periode 14 bulan akibat pengiriman senjata dari Amerika Serikat dan Inggris.
Menurut laporan Oxfam, antara Januari 2021 dan Februari 2022, “ratusan serangan terhadap warga sipil di Yaman” dilakukan dengan senjata yang dipasok oleh kedua negara Barat tersebut.
Laporan tersebut meminta kedua negara untuk menghentikan pasokan senjata untuk konflik delapan tahun di Yaman dan menegaskan bahwa 13 serangan udara Inggris atau Amerika telah menghantam beberapa rumah sakit dan klinik di Yaman.
Bentrokan bersenjata sporadis antara pasukan pemerintah Yaman dan milisi Houthi berlanjut di seluruh Yaman tiga bulan setelah gencatan senjata kemanusiaan yang ditengahi PBB berakhir. Yaman telah mengalami perang saudara sejak akhir 2014. Perang tersebut telah menewaskan puluhan ribu orang, membuat 4 juta orang mengungsi dari rumah mereka dan membawa negara itu ke jurang kelaparan.***





