Fajarasia.id – Pengamat publik Erwin Siregar menilai langkah Polda Metro Jaya menetapkan Roy Suryo dan sejumlah pihak lain sebagai tersangka kasus dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo sudah tepat. Menurutnya, opini yang digiring kelompok tersebut telah menimbulkan keresahan di masyarakat.
“Penetapan tersangka ini sangat tepat. Narasi yang mereka bangun meresahkan publik dan mencemarkan nama baik,” ujar Erwin, Minggu (9/11).
Merusak Citra UGM dan KPU
Erwin menegaskan tudingan ijazah palsu bukan hanya menyerang pribadi Presiden Jokowi, tetapi juga merugikan lembaga pendidikan tinggi, khususnya Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia menilai opini tersebut berpotensi mendelegitimasi dunia kampus dan menurunkan kepercayaan masyarakat, terutama generasi muda.
Selain itu, ia menilai tudingan tersebut juga merusak citra Komisi Pemilihan Umum (KPU) karena seolah-olah proses seleksi Jokowi dalam Pilpres tidak sah. “Ini berbahaya, karena bisa menimbulkan ketidakpercayaan terhadap institusi negara,” tambahnya.
Apresiasi untuk Kepolisian
Erwin mengapresiasi langkah tegas Polda Metro Jaya. Ia berharap proses hukum segera dilanjutkan hingga penahanan agar tidak ada lagi pihak yang menyebarkan narasi kebohongan. “Keputusan ini bukan hanya melindungi Presiden, tetapi juga menyelamatkan lembaga pendidikan dan institusi negara dari fitnah,” tegasnya.
Delapan Orang Jadi Tersangka
Dalam kasus ini, polisi menetapkan delapan orang sebagai tersangka. Lima orang masuk klaster pertama dengan jeratan pasal KUHP dan UU ITE, sementara tiga lainnya termasuk Roy Suryo dikenai pasal tambahan terkait manipulasi dokumen elektronik.
Respons Roy Suryo dan dr. Tifa
Menanggapi status tersangka, Roy Suryo memilih bersikap tenang. Ia menyebut proses hukum harus dihormati dan mengajak rekan-rekannya tetap tegar. “Saya senyum saja. Ini bagian dari proses hukum yang harus kita jalani,” katanya di Bareskrim Polri.
Sementara itu, dr. Tifauzia Tyassuma atau dr. Tifa menyatakan menyerahkan seluruh proses kepada kuasa hukum dan berserah diri kepada Tuhan. “Saya siap lahir batin. Semua saya serahkan kepada Allah,” ujarnya.****





