Fajarasia.id – Pemerintah mewaspadai dampak galombang panas terhadap kemungkinan kenaikan harga pangan dunia. Termasuk harga-harga pangan di dalam negeri.
Demikian disampaikan Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa Minggu (5/5/2024). Diketahui, saat ini gelombang panas sedang melanda kawasan Asia Selatan, Asia Tengah, dan sebagian Asia Tenggara.
Gusti mengatakan, cuaca ekstrem ini kemungkinan akan berdampak buruk pada sektor pertanian dan produksi pangan di Negara-negara tersebut. “Gelombang panas di Asia Tenggara maupun di Asia Selatan akan berdampak pada produktifitas penen mereka,” katanya.
Akibatnya, kata Gusti, hal ini juga akan membawa dampak pada kelangkaan dan kenaikan harga pangan di kawasan Asia. “Nah, yang harus kita waspadai adalah tatkala produk-produk pangan kita yang tergantung pada impor di Negara tersebut,” ucapnya.
Sebab, kata Gusti, krisis pangan global akan berdampak langsung pada kenaikan harga di dalam Negeri. Khususnya harga-harga pangan yang didatangkan dari luar alias impor.
“Ini ada kemungkinan terjadi, karena kalau mereka gagal panen akibat terkena dampak cuaca ekstrem. Maka mereka juga akan menaikkan harga saat kita melakukan impor, itu yang harus kita migitasi,” ujarnya.
Karenanya, Gusti memastikan pemerintah akan terus memantau perkembangan. Termasuk menyiapkan antisipasi terhadap berbagai dampak yang akan muncul.***





