Fajarasia.id – Pemerintah pusat menegaskan komitmennya untuk menurunkan angka kasus tuberkulosis (TBC) secara signifikan pada tahun 2025. Upaya ini dilakukan melalui kampanye masif Temukan, Obati, Sampai Sembuh (TOS TBC) yang melibatkan masyarakat, tenaga kesehatan, dan pemerintah daerah.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyampaikan bahwa tren kasus TBC sempat menurun hingga 2021. Namun, pandemi Covid-19 membuat angka tersebut kembali meningkat.
“Saat pandemi, banyak pasien dengan penyakit penyerta enggan berobat. Rumah sakit dan tenaga medis juga fokus menangani Covid-19, sehingga penanganan TBC sempat terhambat,” jelas Pratikno usai menghadiri kampanye TOS TBC di Jakarta Pusat, Minggu (9/11/2025).
Menurutnya, lonjakan kasus terjadi sejak 2022 hingga 2024. Karena itu, pemerintah kini menargetkan penurunan cepat pada 2025 agar tidak terjadi peningkatan kembali di tahun-tahun berikutnya.
“Tahun ini kita harus bekerja keras. Tidak boleh ada kenaikan lagi, targetnya jelas: kasus TBC harus turun,” tegasnya.
Di tingkat daerah, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menunjukkan dukungan penuh. Melalui kegiatan Kick-Off kampanye TOS TBC, Pemprov berkomitmen mempercepat eliminasi penyakit menular ini.
Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekda DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
“Jakarta bangga menjadi bagian dari gerakan nasional ini. Kami siap bergerak lebih cepat menuju kota sehat dan bebas TBC,” ujarnya.****




