Fajarasia.id – Badan Pusat Statistik (BPS) meminta jajaran pemerintah waspada terhadap kenaikan harga jelang Ramadan. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, data di tahun-tahun sebelumnya menunjukkan terjadinya inflasi di saat momen tersebut.
“Yang perlu kita waspadai potensi inflasi di bulan Ramadhan biasanya terjadinya kenaikan harga secara umum. Itu selalu ditunjukkan oleh data historis dimana momen Ramadan selalu terjadi inflasi,” kata Amalia dalam keterangannya, Jumat (8/3/2024).
Dia membeberkan, pada Ramadan 2023 terjadi inflasi sebesar 0,18 persen, sedangkan pada Ramadan 2022 inflasi mencapai 0,95 persen. Kemudian pada Ramadan 2021 mengalami inflasi sebesar 0,13 persen dan 2020 inflasinya mencapai 0,08 persen.
Menurutnya, inflasi tersebut dampak dari meningkatnya permintaan. Bahkan biasanya, kata dia, efeknya akan terasa hingga beberapa bulan ke depan.
“Oleh karena itu pemerintah harus melakukan antisipasi. Sehingga potensi tekanan inflasi di Ramadan dan Lebaran tidak terlalu besar dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya. ****





