Pemerintah Berupaya Tingkatkan Kualitas Belanja Produk Dalam Negeri

Pemerintah Berupaya Tingkatkan Kualitas Belanja Produk Dalam Negeri

Fajarasia.co – Pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas belanja baik melalui APBN maupun APBD. Hal itu agar tidak terjadi pengulangan pembelian barang yang sama setiap tahunnya.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa mengatakan, salah satunya adalah dengan meningkatkan belanja produk dalam negeri. Sehingga juga dapat menigkatkan kualitas produk dalam negeri.

“Produk dalam negeri yang diinginkan adalah produk dalam negeri yang benar-benar tingkat kandungan dalam negerinya itu tinggi. Bukan barang impor yang hanya diganti bungkusnya. Hanya dengan 1 persen, 2 persen lalu dibilang produk dalam negeri,” kata Suharso dalam keterangannya di Kantor Presiden, Kamis (25/8/2022).

Menurutnya, Indonesia telah melakukan lompatan besar dengan meningkatnya jumlah produk yang masuk ke dalam Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Pemerintah menargetkan, tahun depan jumlah produk yang masuk LKPP dapat mencapai 2 juta produk.

“Kita setelah melakukan lompatan yang luar biasa, dimana kalau pada waktu yang lalu itu baru 50 ribuan produk yang masuk di LKPP. Sekarang sudah 600 ribu lebih dan targetnya pada tahun ini adalah 1 juta, dan tahun depan 2 juta,” ujarnya.

Pemerintah mendorong agar produk dalam negeri dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) tinggi dapat masuk ke dalam LKPP.

“LKPP berfungsi seperti marketplace untuk seluruh produk-produk. Dan yang kita dorong adalah produk-produk asli domestik dalam negeri dengan TKDN yang tinggi,” katanya menambahkan.

Suharso juga menjelaskan, Presiden mengingatkan agar dalam pengadaan nanti pengusaha, koperasi, UMKM tidak tertinggal dari perusahaan-perusahaan besar. “Ini akan dibuat semacam satu diferensiasi sedemikian rupa agar terdistribusi dengan baik,” kata Suharso.

Lebih lanjut, Suharso menuturkan, pemerintah dalam proses menyusun strategi pembelian barang di tingkat lokal, salah satunya dengan e-katalog lokal. Dengan adanya e-katalog lokal, Suharso berharap produk lokal dapat menjadi idola di negeri sendiri.

“Kemudian kualitas belanja baik di APBN dan APBD makin meningkat, dapat menggerakkan industri dalam negeri utamanya UMKM dan koperasi. Kemudian juga terbangun linkage yang baik antara UMKM dan koperasi dengan usaha-usaha besar,” katanya, menambahkan.

Meski demikian ia mengakui, terdapat beberapa kendala dalam proses transformasi menuju digital. Namun, ia meyakini secara bertahap proses digitalisasi ini telah dilakukan secara maksimal.

“Jadi big data analytic dan artificial intelligence di beberapa tempat itu sudah efektif. Bisa dikerjakan sesuai dengan kapasitas infrastruktur yang tersedia,” katanya mengakhiri. ****

Pos terkait