Pemerhati Pendidikan Soroti Minimnya Kesejahteraan Tenaga Pendidik

Pemerhati Pendidikan Soroti Minimnya Kesejahteraan Tenaga Pendidik

Fajarasia.id – Pemerhati pendidikan Gamal Albinsaid menyoroti minimnya kesejahteraan tenaga pendidik seperti guru di Indonesia. Menurutnya, masih banyak penghasilan guru di bawah Upah Minimum Regional (UMR).

Hal itu dikatakannya pada Sabtu (29/6/2024). “Data menunjukkan 42 persen guru Punya penghasilan di bawah Rp2 juta,” kata Gamal.

Ditambah lagi, menurutnya, guru menjadi profesi yang paling banyak terlibat pinjaman online (pinjol) illegal. Hal ini menjadi suatu tantangan besar yang dihadapi saat ini.

Disamping itu, kata Gamal, saat ini Indonesia mempunyai masalah pengangguran tinggi. Terutama bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

“Dari dua konteks tersebut, kita harus bisa meningkatkan kesejahteraan guru. Kemudian, pendidikan kita ada link and match dengan dunia kerja,” ucapnya.

Lebih lanjut, Gamal menekankan pentingnya minat dan bakat bagi mahasiswa. Hal itu karena sekitar 70 persen mereka yang bekerja tidak sesuai dengan pendidikan yang digeluti.

Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah berkomitmen menyiapkan pendidikan vokasi. Hal ini penting agar para lulusannya dapat beradaptasi untuk masuk dunia kerja.

“Sebenarnya pendidikan vokasi itu memang disiapkan untuk masuk pada dunia kerja. Maka, kenapa SMK menyumbangkan pengangguran, karena ternyata tidak mampu melakukan link and match dengan dunia usaha dan dunia Industri,” katanya saat melakukan peluncuran awal (soft launching) SMK Asy-Syarif Mitra Industri di Sooko, Mojokerto, Sabtu (22/6/2024) dalam siaran persnya.

Pihaknya terus mendorong pendidikan vokasi itu terjadi link and match dengan dunia usaha dan industri. Apalagi, saat ini ada Perpres 68 tahun 2022 isinya Perpres itu adalah revitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi.

“Dalam Perpres tersebut kami menyebut sebagai perpres kolaborasi. Karena itu memerintahkan Kementerian Pendidikan, Kementerian Ketenagakerjaan,” ucapnya.****

Pos terkait