Pemburu Ikan di Bali Hilang, Diduga Masuk Palung Laut

Pemburu Ikan di Bali Hilang, Diduga Masuk Palung Laut

Fajarasia.id – Tim Basarnas Bali terus melakukan pencarian terhadap seorang pemburu ikan (spearfishing) yang hilang di Perairan Kutampi, Nusa Penida, sejak Selasa (14/10/2025) lalu. Korban diketahui bernama Rizki Ardiansyah, warga asal Nusa Tenggara Barat (NTB).

Koordinator Unit Siaga SAR Nusa Penida, Cakra Negara, menduga korban terseret arus dan masuk ke palung laut dalam di kawasan tersebut. Karena, kontur dasar laut di lokasi kejadian cukup ekstrem.

“Kami belum bisa pastikan, namun kemungkinan di palung itu bisa. Karena, kami juga tidak tahu persis dia itu hilang di mana,” ujarnya, di Badung, Jumat (17/10/2025).

Dari keterangan saksi, korban diketahui turun ke laut sendirian sekitar pukul 17.00 Wita dengan membawa tabung oksigen, senapan ikan, dan pemberat. Korban dilaporkan hanya mengenakan celana selam.

Namun, setelah sekitar 15 menit, korban tak kunjung muncul ke permukaan. Kabar hilangnya Rizki baru diterima oleh Kantor Basarnas Bali pada Rabu (15/10/2025) pukul 10.30 WITA.

Tim SAR kemudian langsung mengerahkan Rigid Inflatable Boat (RIB) dengan lima personel dari Unit Siaga SAR Nusa Penida untuk melakukan pencarian. “Tim kami sudah membawa peralatan diving dan melakukan penyelaman di hari pertama dan kedua, tapi sampai sore ini, hasilnya masih nihil,” kata Cakra.

Menurut dia, kondisi arus laut di bawah permukaan cukup kuat dan jarak antara pantai dan palung hanya sekitar 50 meter. Hal ini, membuat pencarian menjadi sulit.

“Kalaupun kita agak ke tengah (palung), itu sudah gelap. Kedalaman bisa mencapai ratusan meter, jadi tidak mungkin dilakukan penyelaman oleh manusia normal,” ujarnya.

Basarnas Bali akan melanjutkan pencarian pada Jumat (17/10/2025), dengan fokus pada penyisiran di permukaan laut. Mengingat di sekitar lokasi juga banyak aktivitas diving yang dapat membantu observasi visual.

Cakra mengingatkan, meski korban dikenal berpengalaman melakukan spearfishing di wilayah itu. Namun kontur perairan Kutampi yang penuh palung tetap menyimpan potensi bahaya besar.

“Sekalipun dia sudah terbiasa di sana, risiko tetap tinggi arus bawah laut kuat dan banyak palung yang bisa menyeret penyelam,” ucapnya. Hingga berita ini diturunkan, pencarian masih berlangsung dan belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.****

Pos terkait