Pemakaman Ratu Elizabeth II Gunakan Tradisi Kuno Inggris

Pemakaman Ratu Elizabeth II Gunakan Tradisi Kuno Inggris

Fajarasia.co – Ratu Elizabeth II akan dimakamkan, Senin (19/9/2022) siang waktu setempat. Pemakaman dilakukan dengan mencerminkan tradisi kuno monarki Inggris.

Melansir dari berbagai sumber, tradisi dilakukan dengan proses upacara membawa peti mati yang dilakukan oleh pasukan Angkatan laut Inggris. Peti mati Ratu di bawa dari Westminster Abbey ke tempat pemakaman di Windsor dengan menggunakan kereta meriam.

Delapan personel pengawal Grenadier Batalyon 1 akan bertugas membawa peti ratu.Pengiring peti mati berjumlah 142 personel dan mereka akan berjalan bersama dan beberapa bertindak sebagai rem jika perlu.

Resimen ini merupakan salah satu infanteri yang menjaga kediaman resmi kerajaan atau disebut Queen’s Guard. Para prajurit ini biasanya mengenakan topi kulit beruang, dan memakai seragam Pengawal Kekaisaran Napoleon.

Selanjutnya, tiga resimen akan memainkan peran yang sangat penting dalam prosesi pemakaman ratu, karena sangat dekat dengan peti mati. Tiga resimen itu yakni unit militer tertua di Angkatan Darat Inggris, Yeomen of the Guard, Honorable Corps of Gentlemen at Arms, dan Royal Company of Archers.

Penjaga Yeomen selalu mengenakan seragam merah dan emas yang berasal dari era Tudor pada abad ke-16. Salah satu kegiatan mereka yang paling terkenal adalah mencari mesiu di Istana Westminster sebelum Pembukaan Parlemen Negara.

Sementara itu, pelayan di rumah Elizabath II juga akan mengikuti prosesi pemakaman. Mereka di antaranya anggota rumah tangga kerajaan ratu, perwira paling senior di rumah tangga kerajaan, dan bendahara kerajaan.

Para penjaga kerajaan juga akan berjalan di belakang King Charles dan anggota keluarga yang lain. Di depan mereka akan muncul peniup dan penabuh drum dari resimen Skotlandia-Irlandia, dan Brigade Gurkha serta 200 musisi Royal Air Force.

Pemakaman Ratu Elizabeth II ini juga dihadiri oleh ribuan orang termasuk pimpinan dunia. Tidak hanya itu, sekitar 6.000 tentara, personel AL dan Angkatan Udara Pasukan bersenjata Inggris akan berperan dalam prosesi tersebut.****

Pos terkait