Pemadaman Karhutla Gunung Lawu Terkendala Cuaca

Pemadaman Karhutla Gunung Lawu Terkendala Cuaca

Fajarasia.id – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Lawu dengan metode pengeboman air atau ‘water bombing’ terkendala cuaca. Hal itu disampaikan Kapolres Ngawi AKBP Argowiyono.

Ia mengatakan pemadaman karhutla di gunung berketinggian 3265 mdpl dengan metode pengeboman air hanya bisa sebanyak tiga kali. Mengingat, kondisi cuaca sangat berangin dan lokasi yang mulai gelap.

“Tadi water bombing hanya bisa beberapa kali, karena cuaca yang kurang mendukung dan mulai gelap. Sesuai rencana, besok dilakukan lagi,” kata Argo, Rabu (4/10/2023).

Menurut dia, upaya pengeboman air akan dilanjutkan. Sekaligus dilakukan sterilisasi dari warga yang melihat di lokasi pengambilan air di salah satu kolam renang tempat wisata di Ngawi.

“Hasil evaluasi hari ini, banyak warga yang ingin melihat proses pengambilan air. Sehingga, itu mengganggu konsentrasi pilot, jadi hanya pihak berkepentingan yang boleh masuk lokasi besok,” ujarnya.

Ia menambahkan, selain pemadaman melalui metode udara, upaya jalur darat dengan penyisiran petugas di lokasi terbakar juga tetap dilakukan. Tentu ini dilakukan oleh petugas gabungan dari BNPB, BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Ngawi, BPBD Magetan, BPBD Jawa Tengah, TNI, Polri.

“Termasuk Polhut, BKSDA, Damkar Ngawi, Perhutani KPH Ngawi serta sukarelawan, dan masyarakat tetap dilibatkan. Dengan upaya-upaya tersebut, pihaknya berharap kebakaran hutan dan lahan di Gunung Lawu dapat segera teratasi.

Diketahui, kebakaran hutan dan lahan terjadi di lereng Gunung Lawu sejak 29 September 2023. Hingga malam ini, sejumlah titik api masih terlihat dan belum dapat dipadamkan.****

Pos terkait