Pakistan-Afghanistan Sepakati Gencatan Senjata Sementara

Pakistan-Afghanistan Sepakati Gencatan Senjata Sementara

Fajarasia.id  – Pemerintah Pakistan dan Afghanistan menyepakati gencatan senjata sementara selama 48 jam mulai Rabu (15/10) pukul 13.00 GMT, menyusul meningkatnya eskalasi konflik di wilayah perbatasan yang menewaskan lebih dari selusin warga sipil dan melukai ratusan lainnya.

Kesepakatan ini diumumkan oleh Kementerian Luar Negeri Pakistan, yang menyebut bahwa permintaan gencatan senjata datang dari pihak Kabul. Juru bicara Taliban Afghanistan, Zabihullah Mujahid, membenarkan hal tersebut dan menyatakan bahwa pasukan Afghanistan akan mematuhi gencatan senjata selama tidak ada tindakan agresif dari pihak lain.

Serangan Udara dan Bentrokan Darat Sebelum kesepakatan tercapai, Pakistan melancarkan serangan udara ke wilayah Kandahar dan kota Spin Boldak di Afghanistan. Menurut pejabat keamanan Pakistan, serangan tersebut menargetkan satu brigade pasukan Taliban, meski belum ada konfirmasi resmi mengenai jumlah korban.

Kementerian Pertahanan Afghanistan menyebut bahwa wilayah permukiman terkena dampak serangan, dan fasilitas medis di Kabul melaporkan menerima puluhan korban luka, termasuk lima orang yang meninggal dunia akibat ledakan.

Tuduhan Saling Serang Kedua negara saling menuduh melancarkan serangan darat. Taliban menyatakan bahwa lebih dari 12 warga sipil tewas dan 100 lainnya terluka akibat serangan pasukan Pakistan di Spin Boldak. Sebaliknya, Pakistan membantah tuduhan tersebut dan menyebut empat warganya terluka akibat serangan dari pasukan Taliban di distrik Chaman.

Di wilayah Orakzai, Pakistan, bentrokan antara pasukan keamanan dan kelompok militan menewaskan enam tentara dan sembilan militan, menurut laporan dua pejabat keamanan.

Dampak Perdagangan dan Kekhawatiran Global Akibat konflik, sejumlah titik penyeberangan perbatasan ditutup, menyebabkan terhentinya aktivitas perdagangan dan terjebaknya kendaraan pengangkut barang. Pakistan merupakan sumber utama pasokan kebutuhan pokok bagi Afghanistan yang tidak memiliki akses laut.

Ketegangan ini memicu respons dari komunitas internasional. Tiongkok menyerukan perlindungan terhadap warganya dan investasi di kawasan, Rusia meminta kedua pihak menahan diri, sementara Presiden AS Donald Trump menyatakan kesiapannya untuk membantu meredakan konflik.

Diplomasi dan Dinamika Regional Bentrokan terjadi bersamaan dengan kunjungan Menteri Luar Negeri Taliban Afghanistan, Amir Khan Muttaqi, ke India. Dalam kunjungan tersebut, India menyatakan akan membuka kembali kedutaannya di Kabul, sementara Taliban menyatakan akan mengirimkan perwakilan diplomatik ke New Delhi.***

Pos terkait