Fajarasia.id – Lembaga Sensor Film (LSF) mengadakan acara nonton bersama pelajar dan mahasiswa di berbagai daerah di Indonesia. Ketua LSF, Naswardi mengatakan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya budaya menonton sesuai klasifikasi usia.
LSF juga ingin mendorong literasi tontonan di kalangan masyarakat, khususnya pelajar sebagai generasi penerus bangsa. Ia mengatakan, pentingnya penonton untuk mendapatkan tontonan yang berkualitas.
“Kita ingin penonton mendapatkan tontonan yang baik. Selain itu, berkualitas dan pasti harus sesuai dengan klasifikasi usia,” ujarnya dalam acara nonton bareng LSF, Selasa (19/11/2024).
Film “Bila Esok Ibu Tiada” diputar dalam acara ini, dinikmati pelajar, guru, dan mahasiswa yang hadir. Film yang telah mencapai 1,5 juta penonton ini dipilih sebagai tontonan inspiratif yang sesuai dengan nilai-nilai budaya sensor mandiri.
Acara ini juga menjadi momen penting untuk memperkenalkan pentingnya keseimbangan antara perlindungan penonton dan kemajuan industri. Ia berharap, budaya sensor mandiri dapat semakin dipahami masyarakat.
“Kami menjaga keseimbangan antara memajukan industri perfilman dan melindungi hak penonton. Kedua hal ini sama pentingnya,” ujarnya.
Terakhir, LSF percaya acara ini dapat membangun generasi penonton cerdas yang mendukung kemajuan perfilman Indonesia. “Semoga budaya menonton positif terus berkembang demi kemajuan perfilman nasional,” ucapnya, dengan optimis.****





