fajarasia.id — Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani, menegaskan pentingnya implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai langkah konkret dalam menurunkan dan mencegah stunting di Indonesia. Ia berharap program ini tidak sekadar menjadi bantuan sesaat, melainkan menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan gizi anak sejak dini.
“Harapan kita bersama, MBG mampu menekan bahkan mencegah stunting, terutama dengan memastikan asupan gizi optimal selama seribu hari pertama kehidupan,” ujar Netty dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi IX DPR RI bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di Kompleks Parlemen, Senayan.
Wakil rakyat dari Dapil Jawa Barat VIII itu juga menyoroti pentingnya ketepatan data penerima manfaat, khususnya kelompok 3B yang mencakup ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD. Ia menekankan bahwa data yang digunakan sebaiknya merujuk pada informasi dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) guna memastikan program tepat sasaran.
“Jika BKKBN mencatat ada 4,8 juta ibu hamil setiap tahun, maka kelompok ini harus menjadi prioritas dalam pengawasan dan pelaksanaan program MBG,” tegasnya.
Netty menilai bahwa keberhasilan program MBG sangat bergantung pada akurasi data dan pengawasan yang ketat. Ia meyakini bahwa dengan pelaksanaan yang terarah dan berkelanjutan, dampak positif terhadap penurunan angka stunting akan terlihat secara signifikan.
“Dengan pelaksanaan yang baik, kita akan melihat penurunan prevalensi stunting secara nyata,” tambahnya.
Politisi dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga menyampaikan bahwa dorongan terhadap MBG sejalan dengan kebijakan nasional dan peta jalan penurunan stunting yang telah dirancang oleh Kementerian Kesehatan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar tujuan nasional dalam menekan stunting dapat tercapai.
“Sinergi antarprogram dan antarinstansi menjadi kunci agar upaya penanggulangan stunting berjalan efektif dan berkelanjutan,” pungkas Netty.






