Fajarasia.id – Negara-negara Teluk mulai mempertimbangkan jalur pasokan energi alternatif menyusul blokade de facto di Selat Hormuz akibat meningkatnya ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Seorang diplomat kawasan yang dikutip Financial Times menyebut opsi pembangunan jalur pipa menjadi salah satu solusi untuk mengantisipasi aturan ketat transit yang kemungkinan akan diberlakukan Iran pascakonflik. Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Vahid Jalalzadeh, sebelumnya menegaskan Teheran tengah menyiapkan kerangka hukum baru untuk Selat Hormuz bersama Oman.
Situasi ini muncul setelah serangan AS dan Israel terhadap target di Iran pada 28 Februari, yang dibalas dengan serangan Iran ke fasilitas militer AS dan wilayah Israel. Kondisi tersebut membuat jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari Teluk Persia terganggu, memicu penurunan ekspor sekaligus lonjakan harga minyak dunia.****




