Fajarasia.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Lembata, akhirnya menetapkan Direktur CV. Lembah Ciremai berinisial J. Direktur CV. Lembah Ciremai berinisial J, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Puskesmas Wairiang di Bean dan Puskesmas Balauring di Wowon, Kabupaten Lembata.
“Dalam kasus Puskesmas Wairiang di Bean dan kasus Puskesmas di Balauring di Wowon, penyidik sudah tetapkan Direktur CV. Lembah Ciremai berinisial J sebagai tersangka,” kata Kajari Lembata, Azrijal, S. H, M. H melalui Kasi Intel Kejari Lembata, Teddy Valentino, S. H, Senin 03 April 2023.
Dijelaskan Kasi Intel Kejari Lembata, J selaku Direktur CV. Lembah Ciremai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus Puskesmas Wairiang dan Balauring sejak tanggal 08 Maret 2023 lalu.
Kini, kata Teddy, tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejari Lembata, telah menjadwalkan pemeriksaan Direktur CV. Lembah Ciremai sebagai tersangka pada 10 April 2023 mendatang.
“Rencananya penyidik Tipidsus Kejari Lembata panggil J untuk diperiksa sebagai tersangka pada tanggal 10 April 2023 mendatang,” terang Kasi Intel.
Terkait kasus dua Puskesmas ini, Teddy menegaskan bahwa tim penyidik Tipidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Lembata segera merampungkan berkas perkara untuk dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Kupang untuk disidangkan.
“Secepatnya penyidik Tipidsus Kejari Lembata rampungkan berkas perkara untuk dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Kupang guna disidangkan,” ungkap Kasi Intel.
Untuk diketahui, dalam kasus dugaan korupsi pekerjaan Puskesmas Wairiang dan Balauring, Kejari Lembata telah menetapkan Petrus Kanisius Talele Mudapue (PKTM) selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
Pembangunan Puskesmas Wairiang di Bean, Kecamatan Omesuri senilai Rp 5.981.353.000 dan Puskesmas Balauring di Wowon, Kecamatan Buyasuril senilai Rp 5.944.072.471 di Kabupaten Lembata pada tahun 2019.
Dalam kasus ini, negara mengalami kerugian keuangan hingga Rp2.981.025.470. Petrus Kanisius Talele Mudapue kini telah menjalani sidang sebagai terdakwa di Pengadilan Tipikor Kupang.(rey)




