Fajarasia.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan Mycoplasma pneumonia sudah teridentifikasi sejak Oktober 2023. Saat ini terdapat enam kasus Mycoplasma pneumonia terjadi di Indonesia yang telah dinyatakan sembuh.
Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu. Maxi menjelaskan tiga pasien sempat dirawat inap di rumah sakit di Jakarta dan tiga lainnya menjalani rawat jalan.
“Dua yang dirawat di RS Medistra masuk tanggal 12 dan 25 Oktober 2023, yang lain rawat jalan di bulan November. Terakhir, kami dapat laporan ada kasus 22 November, tapi rawat jalan,” ujar Maxi.
“Kami konfirmasi, saat ini ada enam kasus Mycoplasma pneumonia, yang pernah dirawat di dua rumah sakit. Lima pasien dirawat di RS Medistra, satu pasien dirawat di RS JWCC (The Joy Women and Children’s Community),” kata Maxi dalam keterangan persnya yang diterima Redaksi, Kamis (7/12/2023).
Maxi mengatakan penyakit Mycoplasma pneumonia bukanlah penyakit baru. Ini adalah penyakit lama yang disebabkan oleh bakteri mycoplasma.
Lebih lanjut dia menjelaskan, sekarang ini kondisi para pasien dalam keadaan sembuh dan sehat. Bahkan, beberapa anak yang terjangkit sudah bisa beraktivitas seperti sedia kala.
“Laporan dari rumah sakit semua pasien sudah dinyatakan sembuh. Gejala awalnya sama dengan gejala pneumonia pada umumnya, batuk, pilek, sakit demam, ada yang mulai merasa sesak, tapi rata-rata diawali dengan panas dan batuk dan sesak ringan,” ucap Maxi.
Maxi menuturkan pasien paling muda berusia 3 tahun dan tertua 12 tahun. Pihaknya juga menyatakan hasil laboratorium menunjukkan seluruh pasien positif Mycoplasma pneumonia. ****




