Fajarasia.co – Indonesia memiliki peran besar dalam mendinginkan konflik hingga menyebabkan perang di berbagai negara saat ini. Hal tersebut dikatakan oleh Anggota Komisi XI DPR Misbakhun terkait presidensi Indonesia dalam pertemuan G20.
Walaupun, pertumbuhan ekonomi Indonesi 5,27 persen, year on year (yoy) 1,81 persen berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Tapi, kata dia, krisis global masa datang harus diselesaikan Indonesia di G20, Bali, pada 15-16 November 2022 mendatang.
“Itu yang saya katakan, ada belahan dunia ekonominya tumbuh. Karena apa? Kita bisa menumbuhkan ekonomi kita, seperti mengelola mineral,” kata Misbakhun, Rabu (9/11/2022).
“Makanya, Presidensi G20 ini menjadi sangat penting. Pak Jokowi selaku Presiden kita, beliau selalu mengharapkan geopolitiknya itu selesai,” ujar Misbakhun.
Sebelumnya, dia menekankan, semua sektor ekonomi Indonesia tersebut harus diperhatikan pangsa pasarnya pula. Tapi, menurut dia, itu tidak mudah dilakukan Indonesia pada saat G20 nanti.
“(Karena, red) masing masing negara menjaga egoisme, untuk memperkuat diri mereka, menjaga hegemoni mereka masing masing. Tidak memikirkan nasib rakyatnya, tapi memikirkan nasib masing masing,” ujarnya.
Dia kemudian mempertanyakan tujuan perang terbaru yang telah pecah di Ukraina, atas invansi Rusia. Walaupun, jauh sebelumnya telah terjadi perang di beberapa kawasan Timur Tengah, seperti di Suriah.
Dirinya menyatakan, perang dengan persenjataan hanya berdampak pada kesengsaraan rakyat. “Ini selalu disampaikan oleh Pak Presiden Jokowi, untuk mengingatkan dunia ada permasalahan permasalahan kemanusiaan,” kata dia.
“Yang lebih penting, dibandingkan dengan hanya sekadar menguasai wilayah, menjaga hegemoni, dan sebagainya. Inilah pesan besar Pak Presiden, untuk jadi tokoh dunia lebih dingin, mendinginkan situasi yang panas,” ujarnya.*****





