Fajarasia.id – Menteri Pekerjaan Umum Doddy Hanggodo menegaskan pentingnya percepatan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di kota-kota besar. Ia menilai proyek ini menjadi solusi strategis untuk mengatasi timbunan sampah nasional yang sejak 2021 telah mencapai lebih dari 68 ton.
Menurut Doddy, kawasan perkotaan seperti Jabodetabek, Bandung, dan Bali menghasilkan lebih dari 1.000 ton sampah setiap hari. Karena itu, pemerintah mendorong percepatan pembangunan fasilitas PSEL agar sampah tidak hanya menumpuk, tetapi juga bernilai energi.
“Untuk permasalahan di kota-kota besar akan ditangani dengan PSEL. Untuk daerah lain cukup dengan TPS3R,” ujar Doddy saat peringatan Hari Habitat dan Hari Kota Dunia di Kota Bekasi, Selasa(28/10/2025).
Ia menambahkan, pendekatan Reduce, Reuse, Recycle tetap menjadi landasan utama dalam pengelolaan sampah berkelanjutan. Ia berharap semua program dapat terlaksana dengan baik demi terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyatakan dukungan penuh terhadap langkah pemerintah pusat tersebut. Ia menegaskan, Pemkot Bekasi terus berupaya mengatasi overload di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumurbatu dengan berbagai inovasi pengurangan sampah.
“ASN Pemkot Bekasi diwajibkan memakai tumbler setiap hari, dan kami tidak lagi menyediakan air minum kemasan saat rapat,” kata Tri. Ia juga mendorong setiap kecamatan dan kelurahan untuk mengaktifkan kembali gerakan pilah sampah dan penguatan bank sampah di lingkungan warga.
Peringatan Hari Habitat dan Hari Kota Dunia digelar di SRMA 13 Pangudi Luhur, Kota Bekasi. Acara tersebut turut dihadiri artis Luna Maya dan Pandawa Group yang dikenal aktif dalam kegiatan peduli lingkungan.****




