Menteri PPPA Tekankan Perlindungan Anak Pascabencana

Menteri PPPA Tekankan Perlindungan Anak Pascabencana

Fajarasia.id – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menekankan perlindungan anak pascabencana. Ia menyampaikan pentingnya pendampingan psikososial korban banjir demi pemenuhan hak anak di lokasi pengungsian.

“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Dalam kondisi apapun, mereka harus tetap merasa aman, bahagia,” ujarnya. Menteri menambahkan perempuan penyintas bencana memiliki potensi pemulihan keluarga tangguh dan berkualitas.

Pernyataan itu disampaikan saat kunjungan di pengungsian Desa Harapan Makmur, Sei Lepan, Kabupaten Langkat. Ia meninjau langsung kondisi anak-anak dan perempuan terdampak sekaligus memberikan pendampingan psikososial.

“Saya melihat anak-anak di sini memiliki semangat luar biasa. Ada yang ingin jadi presiden, polisi, atau pengusaha,” kata Menteri. Arifah Fauzi menilai semangat belajar anak-anak tetap tinggi meski berada di pengungsian.

Pihaknya berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk memastikan hak pendidikan terpenuhi. “Kami memastikan proses belajar mengajar berjalan lancar, aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak-anak di pengungsian,” katanya.

Selain Langkat, Menteri PPPA juga menyambangi pengungsian di Dusun Pengkolan, Kecamatan Sipirok, Tapanuli Selatan. Kunjungan itu bertujuan meninjau kondisi anak-anak dan perempuan serta memperkuat perlindungan pascabencana di lapangan.

Sebelumnya Pemerintah mendorong percepatan pemulihan ekonomi pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, melalui kolaborasi lintas sektor. Dengan melibatkan kementerian, pemerintah daerah, hingga lebih dari 1.000 Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan, kehadiran Praja IPDN menjadi bukti negara hadir tidak hanya dalam pemulihan infrastruktur dan layanan publik. Tetapi juga dalam membantu pelaku UMKM yang terdampak bencana.

“Praja IPDN tidak hanya membantu membersihkan kantor pemerintahan dan fasilitas umum, tetapi juga turun langsung membersihkan toko dan warung UMKM. Ini bentuk gotong royong nyata untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat,” ujar Maman, lewat keterangannya, Selasa (6/1/2025).

Pos terkait