Fajarasia.id — Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, mengungkap dukungan penuh Presiden Prabowo Subianto terhadap program pembangunan hunian bagi pekerja. Dalam laporan langsung kepada Presiden, Muhaimin menyampaikan rencana pembangunan 10.000 unit hunian pekerja, yang kemudian mendapat respons antusias dari Kepala Negara.
“Presiden menyambut baik program ini dan bahkan mendorong agar jumlahnya ditingkatkan. Beliau bertanya, ‘Mengapa hanya 10.000? Kenapa tidak lebih banyak?’,” ujar Muhaimin saat menghadiri peletakan batu pertama proyek Griya Pekerja di kawasan Pasar Minggu, Jakarta.
Program hunian ini dirancang untuk membantu para pekerja memiliki tempat tinggal pertama mereka. Menko PM menyebutkan bahwa pembangunan dilakukan oleh BPJS Ketenagakerjaan dengan memanfaatkan dana peningkatan kesejahteraan peserta.
“Dengan dukungan Presiden, kami berkomitmen memperluas cakupan program ini agar semakin banyak pekerja yang bisa merasakan manfaatnya,” tambah Muhaimin.
Ia menjelaskan bahwa Griya Pekerja berfungsi sebagai hunian sementara dengan masa tinggal maksimal tiga tahun. Tujuannya adalah mendorong para pekerja untuk mempersiapkan kepemilikan rumah permanen dalam jangka waktu tersebut.
“Griya Pekerja ini ibarat terminal transit. Para penghuni harus siap memiliki rumah sendiri setelah tiga tahun,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur BPJS Ketenagakerjaan Pramudya Iriawan Buntoro menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan skema tambahan untuk mendukung kepemilikan hunian pertama. Program tersebut akan dikaitkan dengan manfaat Jaminan Hari Tua (JHT) peserta.
“Kami menyediakan fasilitas tambahan perumahan yang terintegrasi dengan saldo JHT. Ini bisa dimanfaatkan untuk pembiayaan rumah pertama bagi pekerja,” terang Pramudya.
Program hunian pekerja ini diharapkan menjadi solusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas tenaga kerja, sekaligus mendukung visi pemerintah dalam memperluas akses perumahan yang layak dan terjangkau.****





